Berita

Pertemuan Dubes Djauhari dengan sejumlah pemimpin perusahaan di China yang tertarik berinvestasi di Indonesia/Repro

Dunia

Masuk Triwulan Keempat 2020, Minat Investasi Pengusaha China Semakin Meningkat

RABU, 04 NOVEMBER 2020 | 22:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Indonesia semakin dirilik oleh para investor dari China. Hal itu terungkap dalam pertemuan terbaru yang dilakukan oleh Dutabesar Indonesia untuk China, Djauhari Oratmangun dengan petinggi perusahaan-perusahaan ternama China di Wisma Duta pada Selasa (3/11).

Mereka yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah CEO dan pendiri delapan perusahaan ternama China bidang IT, manufaktur, perlindungan lingkungan, produk konsumen, media dan investasi ekuitas.

Delegasi bisnis Tiongkok yang dipimpin oleh Travis Liu, CEO MagicWe Technologies, perusahaan yang bergerak di bidang digital marketing dan creative e-commerce tersebut berminat untuk memperluas bisnisnya di Indonesia, baik melalui pembukaan jejaring dengan perusahaan lokal maupun membangun pabrik atau investasi di Indonesia.


Menurut keterangan yang diterima redaksi, pertemuan tersebut diawali dengan pengenalan potensi ekonomi dan peluang investasi di Indonesia beserta insentif yang ditawarkan terhadap pengusaha China.

Sebagai informasi, pada periode Januari-September 2020, China tercatat memiliki realisasi investasi di Indonesia sebesar 3,5 miliar dolar AS. Hal ini menempatkan China sebagai investor kedua terbesar di Indonesia.

Beberapa proyek kerja sama Indonesia-China dalam kerangka sinergi Poros Maritim Dunia dan Belt and Road Initiative, termasuk pengembangan empat koridor ekonomi baru dan juga pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus di Indonesia kiranya menjadi destinasi investasi potensial bagi para calon investor China dimaksud.

Sebagai perusahaan yang memiliki analisis data pasar di kawasan, Liu menyampaikan mengenai kelebihan dan kekurangan bagi perusahaan China apabila berinvestasi di negara-negara di Asia Tenggara.

Secara khusus, Liu memaparkan soal potensi ekonomi maupun jenis usaha yang diminati di pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang disebutnya sebagai pasar yang berkembang paling pesat di dunia.

Dia menilai bahwa Indonesia sebagai satu-satunya negara yang bergabung dalam G20 juga memiliki pertumbuhan PDB yang stabil dan cenderung meningkat selama beberapa tahun terakhir yang menjadikannya semakin menarik bagi investor asing.

Perusahaan-perusahaan yang hadir dalam acara promosi investasi tersebut selanjutnya mengenalkan lini usaha masing-masing. Mihoteco yang bergerak di bidang lampu dan pengolahan limbah tertarik untuk membuka usaha di Indonesia dan berinvestasi di bidang pengolahan limbah plastik campuran menjadi plastic woven.

Taiho, perusahaan yang bergerak di bidang teknologi mekanik dan artificial intelligence (AI), menawarkan kerja sama bidang pembersihan dan penyortiran barang tambang. Dubes Djauhari sendiri menanggapi positif mengingat batu bara merupakan produk ekspor terbesar Indonesia ke Tiongkok.

Selain itu, pengolahan limbah plastik akan menjadi solusi penanganan sampah di Indonesia yang dapat didaur ulang menjadi produk jenis baru yang juga dapat digunakan sebagai salah satu bahan konstruksi.

Bukan hanya itu, The Passage menawarkan kerja sama di bidang penelitian teknologi sedangkan Lena bergerak di bidang peralatan kecantikan.

Para pengusaha tersebut menyatakan rencana mereka untuk berkunjung ke Indonesia segera setelah pandemi berakhir. Beberapa pengusaha sudah merencanakan kunjungan ke Indonesia pada awal tahun 2020, namun terpakasa ditunda karena kondisi pandemi.

Dubes Djauhari menyampaikan bahwa sektor industri yang ditawarkan para pengusaha sejalan dengan bidang-bidang kerja sama ekonomi yang selama ini juga menjadi prioritas Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut, KBRI Beijing akan menindaklanjuti berbagai proposal kerja sama tersebut dengan otoritas terkait di Jakarta untuk mewujudkan capaian investasi yang konkrit.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya