Berita

Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Anwar Gargash/Net

Dunia

Dukung Pernyataan Presiden Prancis Soal Islam, Menlu UEA: Muslim Harus Dengarkan Baik-baik Apa Yang Dikatakan Macron

SELASA, 03 NOVEMBER 2020 | 08:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Anwar Gargash meminta umat Islam untuk menerima pendirian Presiden Prancis Emmanuel Macron atas klaimnya tentang perlunya 'integrasi' dalam masyarakat Barat.

Gargash mengatakan, Macron tidak mengisolasi Muslim di Barat.

“[Muslim] harus mendengarkan baik-baik apa yang dikatakan Macron dalam pidatonya. Dia tidak ingin mengisolasi Muslim di Barat, dan dia sepenuhnya benar,” kata Gargash, dalam sebuah wawancara pada hari Senin dengan harian Jerman Die Welt, seperti dikutip dari Al-Jazeera, Senin (2/11).


Dia mengatakan Muslim 'perlu diintegrasikan dengan cara yang lebih baik' di negara-negara Barat.

"Negara Prancis memiliki hak untuk mencari cara untuk mencapai hal ini secara paralel dengan memerangi ekstremisme dan penutupan masyarakat," tambahnya.

Gargash menolak tuduhan terhadap presiden Prancis bahwa dia berusaha mengecualikan Muslim yang tinggal di Prancis.

Pernyataan menteri Emirat itu muncul di tengah protes yang sedang berlangsung di dunia Arab dan Muslim terhadap pernyataan Macron tentang Islam, di mana ia menuduh Muslim "separatisme" dan membela penerbitan kartun kontroversial Nabi Muhammad.

Menyusul kampanye boikot yang intens atas produk Prancis di seluruh dunia Arab dan Muslim, Macron menurunkan nada suaranya dan mengatakan bahwa dia memahami perasaan Muslim atas kartun tersebut.

"Saya memahami sentimen yang diungkapkan dan saya menghormati mereka," kata Presiden Prancis itu dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera pada hari Sabtu.

“Tapi Anda harus memahami peran saya sekarang, itu melakukan dua hal: mempromosikan ketenangan dan juga untuk melindungi hak-hak ini,” kata Macron.

"Saya akan selalu membela kebebasan di negara saya, kebebasan untuk berbicara, menulis, berpikir, menggambar," tambahnya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Bawaslu Minta Masukan Insan Pers Maksimalkan Kinerja Pengawasan Pemilu

Jumat, 04 September 2026 | 04:41

Dihadiri Kapolri, Apel Kebangsaan dan Kemah Nasional PUI 2026 Bidik Kaderisasi Pemuda

Jumat, 04 September 2026 | 04:14

Jangan Sampai Indonesia jadi Jalur Lalu Lintas Narkoba Internasional!

Jumat, 04 September 2026 | 03:59

PTUN Jakarta Kukuhkan PERKAPI sebagai Organisasi Kurator yang Sah

Jumat, 04 September 2026 | 03:39

PBB Perkuat Regenerasi dan Siapkan Kader Muda Rebut Kursi Parlemen 2029

Jumat, 04 September 2026 | 03:19

TNI Perkuat Pendidikan Siswa SMP di Papua Selatan

Jumat, 04 September 2026 | 02:52

Kasus Keracunan MBG Marak Lagi, Kepala BGN Mengaku Terpukul dan Drop

Jumat, 04 September 2026 | 02:26

Harga Pertamax Tidak Naik, Daya Beli Masyarakat Terjaga

Jumat, 04 September 2026 | 01:48

Kuasa Hukum Bantah Febrie Terima Rp40 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Jumat, 04 September 2026 | 01:20

Penjelasan Kepala BGN soal Kasus Keracunan MBG Berulang Bikin Syok

Jumat, 04 September 2026 | 00:59

Selengkapnya