Berita

Pengamat Politik internasional dari Universitas Padjajaran Teuku Rezasyah dalam program RMOL World View/RMOL

Dunia

Indonesia Harus Gencar Sosialisasikan Nama Laut Natuna Utara Di Level Global

SENIN, 02 NOVEMBER 2020 | 20:40 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo sempat menyinggung soal isu Laut China Selatan saat bertandang ke Indonesia pekan lalu. Pompeo menegaskan bahwa Amerika Serikat mendukung Indonesia untuk menegaskan kedaulatannya di Laut China Selatan.

Dukungan Amerika Serikat tersebut seharunya bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Indonesia untuk menuntaskan penggunaan nama Laut Natuna Utara sekitar Pulau Natuna.

"Seharusnya memang begitu, walaupun China tidak senang dengan nama itu. Tapi Indonesia sebagai negara yang berdaulat boleh-boleh saja memberikan nama tersebut dan kita juga sedang menjalankan proses di PBB," ujar pakar hubungan internasional dari Universitas Padjajaran Teuku Rezasyah dalam program RMOL World View betajuk "Indonesia Kembali ke Pelukan Teman Lama?" yang dilaksanakan oleh Kantor Berita Politik RMOL.ID pada Senin (2/11).


Menurut Teuku, idealnya kunjungan Pompeo ke Indonesia kemarin berujung pada penyebutan nama Laut Natuna Utara dalam peta maritim Amerika Serikat.

"(Nama Laut Natuna Utara) sering digunakan dalam jalur, misalnya untuk membicarakan isu peaceful transit kapal-kapal mereka yang mau transit di sekitar wilayah tersebut. Mereka (Amerika Serikat) harus dengan jelas menyebut nama Laut Natuna Utara," sambung Teuku.

Harapannya, jelas Teuku, ke depannya nama Laut Natuna Utara akan semakin sering disebut di ranah global. Bukan hanya oleh Indonesia, Amerika Serikat, tapi juga ASEAN dan negara lainnya.

"Harapannya, bukan hanya kita, Amerika Serikat dan ASEAN juga lebih banyak menggunakan kosakata Laut Natuna Utara dalam peta navigasi mereka dan juga dalm kontak diplomatik," jelasnya.

Teuku juga menilai, untuk semakin mempertegas kedaulatan Indonesia dan penamaan Laut Natuna Utara, seharunya kegiatan di wilayah tersebut semakin ditingkatkan.

"Sebisa mungkin, banyak dilakukan kegiatan-kegiatan yang bahasa teknisnya itu military operation other than war di perairan Laut Natuna Utara. Sehingga dengan demikian terjadi sosialisasi Laut Natuta Utara di level global," tandasnya.

Untuk diketahui, nama Laut Natuna Utara digunakan Indonesia dalam peta baru NKRI tahun 2017. Penamaan ini disusun sejak era Menko Maritim Rizal Ramli tahun 2015-2016 tanpa ada protes dari ASEAN.

Satu-satunya negara yang memprotes nama tersebut adalah China dengan alasan historis.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya