Berita

Politisi Partai Nasdem, Ahmad Sahroni/Net

Politik

Survei Sebut Tren Demokrasi Indonesia Menurun, Ahmad Sahroni: Jadikan Bahan Evaluasi Bersama

SENIN, 26 OKTOBER 2020 | 14:23 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Lembaga survei politik Indikator Politik Indonesia catatkan hasil survei bahwa terjadi penurunan tren demokrasi di Indonesia dari 72 persen menjadi 62 persen.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyampaikan, sebagai lembaga survei yang kredibel tentu Indikator Politik memiliki metode riset yang bisa dipertanggungjawabkan.

“Tentunya lembaga ini adalah lembaga yang kredibel, sehingga apapun hasilnya, itu harus menjadi bahan introspeksi untuk pemerintah dan parlemen,” ujar Sahrono kepada wartawan, Senin (26/10).


Meski begitu, Sahroni juga mengingatkan, bahwa dalam melakukan suatu survei, hasil yang didapatkan akan sangat tergantung dengan situasi dan kondisi saat survei tersebut dilakukan.

“Nah, ini yang harus kita lihat. Bagaimana kondisi kondisi saat survei dilakukan. Misalnya di saat pandemi, demonstrasi massa sudah pasti akan sulit karena alasan kesehatan. Tindakan represif aparat apabila didalami, juga karena banyak oknum ysng melakukan tindakan pengerusakan bahkan menyerang aparat,” jelasnya.

Oleh karena ini, legislator Partai Nasdem asal Tanjung Priok ini mengajak masyarakat agar menjadikan hasil survei ini sebagai bahan evaluasi bersama dalam berdemokrasi.

“Mari jadikan hasil survei ini sebagai bahan evaluasi bersama kita dalam berdemokrasi. Tidak hanya untuk pemerintah dan legislatif, namun bagi publik juga,” demikian Sahroni.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya