Berita

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budi Sartono bersama Dandim 0504, Kolonel Ucu Yustina/RMOL

Nusantara

Gandeng Komunitas, Kapolres Jaksel-Dandim 0504 Deklarasi Jaga Jakarta Dari Anarkisme

SENIN, 19 OKTOBER 2020 | 15:21 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Ratusan komunitas di Jakarta Selatan menggelar deklarasi 'Jaga Jakarta' untuk menolak anarkisme yang belakangan mewarnai aksi demonstrasi.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budi Sartono bersama Dandim O504, Kolonel Inf Ucu Yustiana turut hadir dalam apel yang digelar di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (19/10).

Kombes Budi mengatakan apel ini dalam rangka untuk mewujudkan Kamtibmas yang aman dari anarkisme di wilayah Jakarta Selatan.


"Jadi apel hari ini kita bersama sama TNI Polri, Satpol PP juga datang. Kita bersama sama mengumpulkan seluruh ormas yang ada di Jakarta Selatan, FKDM, Komunitas, Pokdar Kamtibmas, pokoknya seluruh komunitas-komunitas yang ada di Jakarta Selatan untuk sama-sama kita melaksanakan apel siaga dalam rangka untuk mengamankan jakarta selatan yang aman dari anarkisme," ujar Kombes Budi.

Budi mengatakan pihaknya menolak tegas aksi anarkisme dalam proses unjuk rasa. Ia merujuk pada aksi demo menolak UU Cipta Kerja beberapa hari yang lalu.

"Kita berkomitmen menolak bentuk anarkisme yang merusak fasilitas-fasilitas umum. Kita wujudkan jakarta selatan yang aman," jelasnya.

Adapun Polres Metro Jakarta Selatan dan Dandim 0504 gencar melakukan imbauan sebagai upaya pencegahan agar aksi demo yang disinyalir masih akan berlangsung beberapa pekan ke depan bisa berjalan aman dan lancar.

Imbauan itu melalui media sosial maupun rembuh bersama tokoh masyarakat setempat.

"Kalau himbauan saya bersama pemkot, TNI Polri sudah melaksanakan imbauan imbauan melalui sosial media, melalui kepala sekolah untuk anak-anaknya tidak ikut unjuk rasa. Biarkan mereka belajar," tukasnya.

Selain itu, komunitas ini juga diperbantukan untuk membantu TNI-Polri namun dengan kewenangan tersebut. Mereka diharapkan bisa mencegah adanya tindak pidana anarkisme dalam aksi demo.

"Untuk pencegahan mereka ini diperbantukan untuk mengamankan tempat-tempat yang sentra ekonomi, baik di pusat perbelanjaan maupun fasilitas umum. Tugas mereka adalah membantu TNI-Polri dengan kewenangan yang terbatas," tegasnya.

Sementara itu, Dandim O504, Kolonel Inf Ucu Yustiana mengatakan sesuai UU bahwa TNI siap membantu Polri mengamankan aksi demonstrasi. Pihaknya akan menjaga objek vital hingga fasilitas umum untuk menghindari aksi anarkisme dari oknum-oknum tak bertanggung jawab.

"Pelibatan TNI sendiri sesuai UU, kami itu membantu polri dan pemda dalam rangka mewujudkan kamtibmas di wilayah. Bentuknya kami ada BKO dari Kodam sesuai dengan permintaan Polri. Pasukan-pasukan itu untuk mengamankan sentra ekonomi dan kantor pemerintahan dan objek vital di wilayah jakarta selatan," sambung dia.

Berikut isi Deklarasi Jaga Jakarta dari anarkisme se-wilayah Jakarta Selatan :

Kami forum silaturahmi lintas ormas sewilayah Jakarta Selatan pada hari ini Senin 19 oktober 2020 menyikapi perkembangan situasi keamanan dan dengan didasari kesadaran tanpa intervensi dari pihak manapun serta dengan menyebut nama tuhan yang maha esa. Ormas-ormas yang berkumpul di tempat ini menyatakan.

1. Tetap setia kepada pancasila, uud 1945, NKRI dan bhineka tunggal ika

2. Menolak dengan tegas aksi anarkisme dan segala bentuk aksi kekerasan lainnya.

3. Mendukung negara serta siap berpartisipasi dalam menciptakan dan memelihaa kamtibmas.

4. Menolak keras hoaks dan ujaran kebencian.

5. Menghimbau untuk tidak memanfaarkan anak-anak, remaja, pelajar dan kaum rentan dalam kegiatan unras.

6. Mengutamakan mustawarah dalam menyelesaukan masalah serta menggunakan jalur-jalur hukum yang berlaku.

7. Mendukung dan aktif berpartisipasi dalam penegakan disiplin sosial protokol kesehatan dalam rangka memutus mara rantai penyebaran virus Covid-19.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya