Berita

Paus Fransiskus menyuarakan soal sejumlah isu sosial dalam enklisik terbarunya/Ilustrasi RMOL

Dunia

Paus Fransiskus: Kapitalisme Telah Gagal Dalam Pandemi Covid-19

MINGGU, 11 OKTOBER 2020 | 19:45 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemimpin gereja Katolik Roma Paus Fransiskus mengkritik soal kapitalisme. Menurutnya, pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa kebijakan pasar bebas tidak dapat menyelesaikan semua kebutuhan paling penting umat manusia.

Komentar tersebut dia tuangkan dalam ensiklik setebal 70 halaman baru-baru ini. Untuk diketahui, ensiklik atau surat amanat Paus merupakan ajaran Paus mengenai iman dan kesusilaan. Ini adalah bentuk pengajaran kepausan tertinggi dalam Gereja Katolik Roma.

Dalam enklisik terbarunya yang disebut "Fratelli Tutti" atau "Brothers All", Paus Fransiskus menguraikan visinya untuk dunia pasca-pandemi.


"Pasar dengan sendirinya tidak dapat menyelesaikan setiap masalah, betapapun kami diminta untuk mempercayai dogma iman neoliberal ini," tulis paus.

Dia menambahkan bahwa kapitalisme pasar bebas "mereproduksi dirinya sendiri" dengan menggunakan teori ajaib "spillover" atau "trickle" sebagai satu-satunya solusi untuk masalah masyarakat.

Spillover atau limpahan dalam ilmu ekonomi adalah peristiwa ekonomi dalam satu konteks yang terjadi karena sesuatu yang lain dalam konteks yang tampaknya tidak berhubungan.

Menurut Paus, "limpahan" semacam ini tidak menyelesaikan ketidaksetaraan yang menimbulkan bentuk kekerasan baru yang mengancam tatanan masyarakat.

Dalam enklisik yang sama, Paus Fransiskus juga menegaskan kembali visinya untuk masyarakat yang lebih komunal, yang mencakup penggunaan properti pribadi.

"Tradisi Kristen tidak pernah mengakui hak milik pribadi sebagai mutlak atau tidak dapat diganggu gugat dan telah menekankan tujuan sosial dari semua bentuk milik pribadi," tulis Paus, seperti dikabarkan CNN (Minggu, 11/10).

Hal lain yang juga disinggung oleh Paus Fransiskus dalam enklisiknya antara lain adalah soal imigrasi, hukuman mati, populisme, dan ketidakadilan ekonomi.

Dia juga menyinggung rasisme dan menyebutnya sebagai virus yang bermutasi dengan cepat dan bukannya menghilang, malah bersembunyi untuk menunggu"

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya