Donald Trump dan Joe Biden beradu argumen dalam debat perdana capres AS/Net
Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden agaknya memanfaatkan masalah pandemik Covid-19 untuk "menyerang" rivalnya, Donald Trump.
Dalam pemaparannya di panggung debat calon presiden Amerika Serikat yang dilaksanakan di Case Western Reserve University dan Cleveland Clinic di Cleveland, Ohio, Selasa malam waktu setempat (29/9), Biden sempat menyindir slogan kampanye "America First" yang digaungkan Trump sejak pemilu 2016 lalu.
"Mari kita berdiri sejenak untuk mengheningkan cipta untuk lebih dari 200 ribu orang Amerika yang telah meninggal karena virus corona," kata Biden.
Dia menilai bahwa saat ini, Amerika Serikat berada pada titik kritis dan bahaya maksimum.
"Empat tahun lalu, Donald Trump berjanji untuk menempatkan 'America first', dan dia melakukannya. Amerika Serikat sekarang menjadi yang pertama di dunia dalam jumlah kasus virus corona, pertama dalam jumlah kematian pandemi, pertama dalam total hektar hutan yang terbakar oleh kebakaran hutan, dan pertama dalam frekuensi dan keganasan angin topan dalam satu musim, dan pertama dalam pecahnya kekerasan rasial dan kematian yang salah," sambungnya.
Biden juga menyindir Trump soal frekuensi kebohongan publik yang sering dia lontarkan.
"Dan tidak pernah dalam sejarah Amerika, presidennya mengatakan begitu banyak kebohongan saat menjabat, dengan tingkat yang mengkhawatirkan sebesar 20 per hari, dan lebih dari 20.000 secara total." kata Biden.
"Dia (Trump) memecahkan Rekor Guinness untuk jumlah kebohongan presiden yang diceritakan. Itu juga yang pertama di Amerika," sambungnya.
Biden mengatakan bahwa hal itu membuat dia dan pasangannya dalam pemilu kali ini, Kamala Harris khawatir. Pasalnya jika "kegilaan" semacam itu dilanjutkan empat tahun lagi, maka mereka tidak bisa membayangkan bagaimana wajah Amerika Serikat ke depannya.
"Seperti yang dikatakan oleh pasangan saya, Kamala Harris, 'Dia (Trump) telah menjadi presiden akan menjadi presiden dia nantinya', hanya lebih menakutkan dan ceroboh," papar Biden.
Dia bahkan menyinggung soal kegemaran Trump bermain golf. Menurutnya, Trump lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain golf daripada untuk mengurusi negara.
"Di zaman Romawi, Nero bermain-main saat Roma terbakar. Di Amerika saat ini, Trump bermain golf sementara Pantai Barat terbakar," ujar Biden.
"Dalam waktu kurang dari empat tahun, Trump telah mencatat lebih dari 18 ribu jam waktu eksekutif dan lebih dari 9.000 jam di lapangan golf," tandasnya.