Berita

Nagorno-Karabakh adalah wilayah kantung Armenia di Azerbaijan yang telah menjadi sengketa selama beberapa dekade/Net

Dunia

Ini Dua Strategi Azerbaijan Dalam Agresi Terbaru Di Nagorno-Karabakh Menurut Armenia

RABU, 30 SEPTEMBER 2020 | 10:24 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Armenia merespon tegas sembari menyoroti dengan tajam agresi terbaru yang terjadi di enklave atau wilayah kantung Nagorno-Karabakh beberapa hari terakhir. Armenia mengklaim bahwa agresi itu dimulai oleh serangan perdana yang dilepaskan oleh Azerbaijan akhir pekan kemarin.

Menurut Kementerian Luar Negeri Armenia, dalam keterangan yang diterima redaksi awal pekan ini, ada dua ciri yang diamati oleh Armenia terkait agresi terbaru di Nagorno-Karabakh, atau dikenal juga dengan nama Artsakh.

"Pertama, Azerbaijan secara terbuka mengecam proses perdamaian di tingkat Presiden (Azerbaijan Ilham) Aliyev dan merumuskan tujuan untuk menyelesaikan konflik Nagorno-Karabakh dengan memulai perang besar-besaran," begitu bunyi keterangan tersebut.


"Kedua, untuk tujuan ini, Azerbaijan menerima dukungan militer-politik berskala besar dari Turki. Khususnya, Turki telah mendukung Azerbaijan dalam konteks konflik Nagorno-Karabakh sejak tahun 1990-an, ketika negara itu memberlakukan blokade tanah di Republik Armenia," sambung pernyataan yang sama.

Namun, dalam agresi terbaru yang terjadi, dukungan Turki dan persiapan Azerbaijan telah mengalami perubahan kualitatif dan ditandai dengan kehadiran langsungnya di lapangan.

Kementerian Luar Negeri Armenia mengklaim, pakar militer Turki bertempur berdampingan dengan Azerbaijan, yang menggunakan senjata Turki, termasuk UAV dan pesawat tempur.

"Menurut sumber yang dapat dipercaya, Turki merekrut dan mengangkut pejuang teroris asing ke Azerbaijan. Sementara itu, Turki memberikan dukungan politik dan propaganda penuh kepada Azerbaijan pada tingkat tertinggi kepemimpinannya," jelas pernyataan yang sama.

Sementara itu, dituasi di lapangan menunjukkan bahwa warga Artsakh sedang berperang melawan aliansi Turki-Azerbaijan. Situasi ini seakan membangkitkan kembali luka sejarah yang juga pernah melibatkan Turki dan Azerbaijan.
 
"Turki, yang seabad lalu memusnahkan orang-orang Armenia di tanah air bersejarah mereka dan hingga kini membenarkan kejahatan itu, kini mendukung Azerbaijan dengan segala cara yang memungkinkan untuk melakukan aksi genosida yang sama di Kaukasus Selatan. Aliansi genosida Turki-Azerbaijan ini merupakan ancaman serius bagi masyarakat di wilayah tersebut," ungkap pernyataan tersebut.

Meski begitu, Armenia tidak lantas mengibarkan bendera putih akan situasi tersebut. Bersama dengan Artsakh, Armenia bertekad kuat untuk mengusir pasukan aliansi Turki-Azerbaijan.

"Armenia sangat yakin bahwa petualangan militer Azerbaijan akan gagal, dan Azerbaijan akan terpaksa membatalkan niatnya untuk menyelesaikan konflik melalui cara-cara militer, dan berbicara kepada rakyat Artsakh bukan melalui rentetan artileri, tetapi di meja perundingan," tutup pernyataan itu.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya