Berita

Dialog antar dua faksi bertikai Libya yang digelar di Maroko/MAP

Dunia

Dialog Antar-Libya Di Maroko Membuahkan Hasil, Dua Faksi Satu Suara Soal Kesepakatan Komprehensif

JUMAT, 11 SEPTEMBER 2020 | 23:53 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dialog antar-Libya yang dilangsungkan di kota Bouznika, Maroko pekan ini membuahkan hasil. Dialog tersebut diketahui digelar oleh Maroko untuk mempertemukan dua faksi di Libya untuk duduk satu meja dan membahas sejumlah isu krusial, utamanya adalah mengenai gencatan sejara dan upaya perdamaian.

Mereka yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah delegasi dari faksi Pemerintahan Nasional yang berbasis di Tripoli dan faksi Dewan Perwakilan Rakyat yang berbasis di Tobruk.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis Kamis (10/9), kedua faksi  menyatakan berhasil mencapai kesepakatan komprehensif tentang kriteria dan mekanisme menuju perdamaian yang transparan dan obyektif.


Kedua belah pihak juga setuju untuk melanjutkan dialog pada minggu terakhir bulan ini untuk menyelesaikan langkah-langkah yang diperlukan dalam memastikan implementasi dan aktivasi perjanjian.

Mereka juga menegaskan bahwa pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana persahabatan dan persaudaraan. Hal itu ditandai dengan pemahaman dan konsensus yang dibuat oleh kedua belah pihak.

Kedua belah pihak juga menekankan bahwa pertemuan ini berlangsung dalam penerapan Pasal 15 dari kesepakatan politik yang dicapai di Skhirat dan sebagai konfirmasi dari kesimpulan konferensi Berlin yang mendukung solusi politik dan berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan.

Dialog ini pun digelar dengan kesadaran mereka akan dampak berbahaya yang timbul dari perpecahan politik dan kelembagaan yang menyebabkan warga kehilangan kepercayaan terhadap peran lembaga legislatif, eksekutif dan kontrol karena kondisi kehidupan yang buruk di semua tingkatan.

Pernyataan bersama itu dibacakan oleh Driss Omran dari faksi Dewan Perwakilan Libya, di hadapan Menteri Luar Negeri, Kerjasama Afrika dan Ekspatriat Maroko, Nasser Bourita.

Kedua belah pihak menyatakan apresiasi yang besar pada Maroko yang telah memberikan ruang dialog bagi mereka untuk mencari jalan damai dari perselisihan yang terjadi.

Dalam dialog tersebut, dua faksi Libya juga meminta PBB dan komunitas internasional ikut mendukung upaya Maroko menciptakan kondisi yang tepat dan iklim yang kondusif untuk mencapai solusi politik yang komprehensif di Libya.

Mereka juga mengucapkan terima kasih kepada Kerajaan Maroko serta Raja Muhammad VI atas dukungan dan bantuan untuk mengatasi krisis Libya dan mencapai harapan rakyat Libya untuk membangun negara demokratis yang stabil.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya