Berita

Dutabesar Republik Armenia untuk Indonesia Dziunik Aghajanian berbincang dalam program RMOL World View 1 September 2020/RMOL

Dunia

Mengembalikan Sejarah Yang Terlupakan, Armenia Bangun Banyak 'Jembatan' Dengan Indonesia

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2020 | 14:32 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Indonesia dan Armenia telah membangun hubungan bilateral yang baik dan kuat sejak hampir 30 tahun terakhir. Namun jika menengok kembali hubungan sejarah kedua negara, Armenia dan Indonesia ternyata memiliki akar hubungan yang jauh lebih lama dari itu.

"Armenia adalah salah satu negara tertua di dunia yang punya sejarah panjang. Setiap tahapan sejarah tersebut seringkali bukan merupakan hal mudah untuk dilalui," kata Dutabesar Republik Armenia untuk Indonesia Dziunik Aghajanian dalam program RMOL World View bertajuk "Armenia, Artinya Bagi Indonesia" yang digelar dari Kedutaan Besar Republik Armenia di Jakarta pada Selasa siang (1/9).

"Hubungan antara Indonesia dan Armenia sendiri telah terjalin sejak ratusan tahun yang lalu, namun telah dilupakan saat ini. Dulu pernah ada komunitas Armenia di Indonesia yang hidup selama lebih dari 300 tahun sampai akhir Perang Dunia Kedua," paparnya.


Dia menjelaskan bahwa mereka merupakan bagian integral dari masyarakat Indonesia dan berkontribusi dalam perekonomian di Indonesia.

Oleh karena itu, pasca Armenia merdeka di awal tahun 1990an, negara tersebut berencana untuk membangun kembali sejarah yang pernah terlupakan.

"Setelah kemerdekaan Armenia, kita memiliki kecenderungan untuk mengembalikan hubungan dengan konotasi sejarah itu dan membangun jembatan di area yang kita rasa Armenia bisa berkontribusi untuk Indonesia, dan juga sebaliknya," jelas Aghajanian.

Salah satu bentuk keakraban kedua negara bisa dilihat dari pertemuan antara Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Armenia Armen Sarkissian di Abu Dhabi pada Januari 2020, sebelum pandemik Covid-19.

Dalam kesempatan tersebut, kedua pemimpin negara mendorong perluasan hubungan kerjasama dalam bidang pendidikan berbasis teknologi informasi dan juga inovasi. Selain itu, mereka juga menjajaki berbagai aspek lainnya yang potensial, seperti agrikultur dan makanan segar.

"Kita sudah mulai beberapa proyek dalam pendidikan tingga dan juga start up, dan banyak hal lain yang akan kita lakukan untuk membawa kerjasama kedua negara ini ke tingkatan yang berbeda," paparnya.

Menurutnya, dunia global saat ini sudah semakin "dekat" dengan hadirnya perkembangan teknologi. Armenia merupakan negara yang berhasil dan kuat dalam membangun teknologi dan pendidikan untuk membangun generasi muda. Keberhasilan itu pula lah yang "ditularkan" Armenia ke banyak negara lainnya, seperti Jerman, Perancis dan Polandia.

"Kita menjajaki bagaimana hal semacam itu bisa dimanfaatkan dan membawa dampak positif bagi warga Indonesia," ujar Aghajanian.

Selain dalam bidang pendidikan, teknologi dan sains, sektor lain yang tengah dijajaki upaya kerjasama kedua negara adalah agrikultur.

"Area lain yang bisa kita gali kerjasamanya antara kedua negara adalah agrikultur, khususnya fresh food dan sayur-sayuran. Karena jika Anda berkunjung ke Armenia, Anda bisa melihat bahwa negara ini terletak di benua yang sangat menarik dan iklim yang menarik yang memungkinkan beragam jenis buah dan sayur yang kaya akan nutrisi," demikian Aghajanian.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

IPW Dinilai Tidak Netral soal Evaluasi Pelaku Tambang Nikel

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:47

Megawati Kirim Bunga Buat HUT Gerindra sebagai Tanda Persahabatan

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:33

Tiga Petinggi PN Depok dan Dua Pimpinan PT Karabha Digdaya Resmi jadi Tersangka

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:13

Reaksi Menkeu Purbaya Ada Anak Buah Punya Safe House Barang Korupsi

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:37

Gerindra Sebar Bibit Pohon Simbol Keberlanjutan Perjuangan

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:25

Gus Yusuf Kembali ke Dunia Pesantren Usai Mundur dari PKB

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:15

Bahlil Siap Direshuffle Prabowo Asal Ada Syaratnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:12

Dasco Jaga Kenegarawanan Prabowo dari Ambisi Jokowi

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:05

PDIP Tak Masalah PAN dan PKB Dukung Prabowo Dua Periode

Jumat, 06 Februari 2026 | 21:53

KPK Dikabarkan Sudah Tetapkan 5 Tersangka OTT Depok

Jumat, 06 Februari 2026 | 21:29

Selengkapnya