Berita

Paus Fransiskus/Net

Dunia

Konflik Mediterania, Paus Fransiskus: Hormati Hukum Internasional!

SELASA, 01 SEPTEMBER 2020 | 10:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ketegangan yang terjadi antara Turki dan Yunani di Mediterania Timur membuat Paus Fransiskus angkat bicara dan menyerukan dialog untuk meraih perdamaian. Paus berharap agar pihak-pihak yang bertikai bertindak sejalan dengan hukum internasional.

Seruan itu langsung disambut baik oleh pemerintah Turki pada hari Senin (31/8) dengan memuji ucapan dari Paus Fransiskus.

Kepala Direktorat Komunikasi Turki, Fahrettin Altun 'menyambut' kata-kata Francis lewat unggahannya di Twitter dengan menuliskan: "Turki meminta Yunani, antara lain, untuk menghormati hukum internasional. Alih-alih memiliterisasi pulau-pulau Aegean dan mengklaim Blue Homeland kami."


"Saya menyambut baik pernyataan @Pontifex di Mediterania Timur," tulisnya, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Selasa (1/9).

Sebelumnya, pada hari yang sama, Paus Fransiskus mengatakan di media sosial atas keprihatiannya terhadap apa yang kini sedang terjadi di kawasan Mediterania Timur.

"Saya mengikuti ketegangan di kawasan Mediterania Timur dan saya merasa sangat prihatin. Saya menyerukan dialog yang konstruktif dan penghormatan terhadap hukum internasional untuk menyelesaikan konflik yang mengancam perdamaian masyarakat wilayah itu," katanya.

Seperti diketahui Yunani telah mempermasalahkan eksplorasi energi Turki saat ini di Mediterania Timur, mencoba mengotak-atik wilayah maritim Turki berdasarkan pulau-pulau kecil di dekat pantai Turki.

Sementara itu Turki telah mengirimkan kapal pengeboran untuk mengeksplorasi energi di landas kontinennya, dengan mengatakan bahwa Turki dan Republik Turki Siprus Utara (TRNC) memiliki hak di wilayah itu.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya