Berita

Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden/Net

Dunia

Disebut Lemah Oleh Trump, Joe Biden: Petahana Tidak Mampu Menghadapi Fakta

SELASA, 01 SEPTEMBER 2020 | 09:18 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Konvensi Nasional Partai Republik (RNC) tampaknya berhasil memindahkan posisi kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Joe Biden.

Setelah berhasil mendapatkan dukungan dari ketidakmampuan petahana, Presiden Donald Trump dalam menangani pandemik Covid-9, Biden saat ini berada di posisi "defensif".

Melansir AFP pada Selasa (1/9), Trump berhasil menjadikan Biden sebagai orang yang lemah dalam menghadapi protes anti-rasisme yang dipadukan dengan kerusuhan, penembakan mematikan, dan kekerasan.


Banyak pihak menyebut, serangan Trump tersebut sangat berisiko bagi Biden untuk kehilangan momentum yang membuatnya unggul dalam pemungutan suara pada 3 November mendatang.

Namun, Biden membalas kritikan tersebut dalam pidato kampanyenya di Pittsburgh, Pennsylvania pada Senin (31/8).

Biden mengatakan, Trump lah yang telah memicu kekerasan dan kerusuhan yang terjadi di Kenosha, Wisconsin dalam satu pekan terakhir. Ia bahkan menyebut kepemimpinan Trump merupakan racun bagi AS.

"Api sedang berkobar dan kami memiliki seorang presiden yang mengipasi api daripada memadamkan api," kata mantan wakil presiden AS berusia 77 tahun tersebut.

"Presiden petahana tidak mampu mengatakan yang sebenarnya, tidak mampu menghadapi fakta dan tidak mampu menyembuhkan," sambungnya.

Dalam pidatonya selama 22 menit, Biden mengatakan, Trump tidak bisa menghentikan kekerasan yang terjadi karena selama bertahun-tahun ia lah yang mengobarkannya.

"Apakah Anda benar-benar merasa lebih aman di bawah Donald Trump?" ujar Biden.

"(Trump) mungkin percaya mengucapkan kata-kata 'hukum dan ketertiban' membuatnya kuat, tetapi kegagalannya untuk meminta pendukungnya sendiri untuk berhenti bertindak sebagai milisi bersenjata di negara ini menunjukkan kepada Anda betapa lemahnya dia," sambungnya.

Pernyataan Biden sendiri merujuk pada seorang remaja berusia 17 tahun bernama Kyle Rittenhouse yang menjadi pelaku penembakkan dua demonstran di Kenosha. Rittenhouse diketahui merupakan pendukung berat dari Trump.

"Penjarahan bukan protes, menyalakan api bukan protes. Semua ini bukan protes. Ini pelanggaran hukum, jelas dan sederhana, dan mereka yang melakukannya harus dituntut," tegas Biden.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya