Berita

Duta Besar Ri untuk India HE Sidharto Suryodipuro/Net

Nusantara

Dubes Arto: Kerja Sama ZBNF India-Indonesia Untuk Lebih Aware Terhadap Lingkungan

SELASA, 01 SEPTEMBER 2020 | 06:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Indonesia dan India telah menjalin kerja sama di sektor pertanian dengan mengembangkan pertanian alami berbiaya nol atau Zero Budget Natural Farming (ZBNF) sejak beberapa tahun lalu.

ZBNF adalah program bertani yang tidak menggunaka bahan-bahan kimia dalam kegiatan agrikultur. Mengadopsi pendekatan Agroecology, ZNBF menghindarkan petani dari beban biaya tinggi akibat penggunaan bahan kimia, sekaligus meningkatkan kesehatan petani dan lingkungan.
 
Sebelum adanya Covid-19, kerja sama terkait ZBNF telah berjalan dengan adanya kunjungan studi banding yang dilakukan oleh perwakilan Indonesia yang terdiri dari para petani dan kepala daerah serta bupati dari beberapa kabupaten. Mereka mempelajari teknologi atau metode baru dalam bidang pertanian yang mengurangi penggunaan pupuk kimia, untuk menghasilkan produk pertanian yang segar dan baik bagi kesehatan.


Duta Besar RI untuk India, Sidharto Suryodipuro, mengatakan kerja sama tersebut terjalin dengan bertujuan untuk lebih untuk bersahabat kepada lingkungan.

"Kita perlu memupuk kepedulian terhadap alam, perlu semakin aware untuk memikirkan apa yang kita masukkan ke dalam tanah, untuk menghasilkan tumbuhan tertentu," ujar dubes yang akrab disapa Arto ini dalam acara RMOL  World View, Senin (31/8).

Arto menegaskan kedua negara ingin mengurangi penggunaan pupuk kimia yang bisa membawa dampak negatif terhadap kesehatan. Fokus terhadap kesehatan ini yang mestinya lebih ditingkatkan lagi.

"Perlu saya tambahkan, selain wabah yang dihasilnya, pandemik ini secara tidak kita sadari telah mengajarkan kita tentang cara-cara hidup yang lebih sehat lagi. Kita jadi lebih paham apa yang harus dihindari, dilakukan, apa yang harus diperhatikan, dan sebagainya."

Menurut Arto, sebelum ada pandemik, hampir setiap orang tidak menyadari resiko apa dari yang dilakukannya sehari-hari. Setelah ada pandemik, semua orang jadi tahu dan semakin aware.

Pupuk kimia selain sulit didapatkan, harganya pun cukup lumayan. Dengan ZBNF permasalahan tersebut bisa ditekan.

"Kita bisa survive lebih baik tanpa pupuk kimia. Bisa menjadi jalan keluar untuk keselamatan lingkungan hidup," ujar Arto. []

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya