Berita

Aksi unjuk rasa dan pembakaran Alquran/Net

Dunia

Soal Pembakaran Alquran Di Swedia, Kemlu: Penghormatan Terhadap Agama Tidak Kalah Penting Dengan Demokrasi

SENIN, 31 AGUSTUS 2020 | 15:07 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Insiden pembakaran kitab suci Alquran di kota Malmo, Swedia pada pekan lalu telah memicu kecaman dari berbagai pihak. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pun mengatakan sudah menugaskan perwakilan Republik Indonesia (RI) di Stockholm untuk menyampaikan pernyataan pemerintah.

Hal tersebut diungkap oleh jurubicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah kepada Kantor Berita Politik RMOL pada Senin (31/8).

Teuku mengatakan, Retno sudah menugaskan Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) RI di Stockholm, Tanti Widyastuti untuk menyampaikan posisi Indonesia kepada Kementerian Luar Negeri Swedia.


Lebih lanjut, ia juga mengatakan, tindakan penistaan seperti yang dilakukan oleh ekstremis sayap kanan di Swedia tersebut dapat memicu perpecahan.

"Terkait kejadian penistaan kitab suci di Swedia, Menlu RI telah tugaskan Kuasa Usaha A.I. RI di Stockholm untuk demarche ke Kemlu Swedia untuk menyampaikan posisi Indonesia bahwa penghormatan terhadap agama tidak kalah pentingnya dengan penghormatan terhadap demokrasi," ujar Teuku.

"Menlu RI menyampaikan melalui KUAI bahwa kejadian penistaan seperti ini akan memicu pembelahan yang berkelanjutan," sambungnya.

Pekan lalu, tepatnya Jumat (28/8), terjadi aksi pembakaran Alquran dalam unjuk rasa di selatan Swedia. Sedikitnya 10 orang ditangkap atas peristiwa tersebut. Pada saat itu, para pengunjuk rasa juga melempari polisi dengan batu dan membakar ban di jalanan Kota Malmo.

Sebelumnya, seperti dikutip MEMO, Organisasi Kerja sama Islam (OKI) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengutuk insiden tersebut dan meminta para pihak untuk menahan diri.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya