Berita

India melaporkan rekor tertinggi kasus harian Covid-19 di dunia/Net

Dunia

Kalahkan AS Dan Brasil, India Jadi Pusat Virus Corona Di Dunia

SENIN, 31 AGUSTUS 2020 | 14:42 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Negara dengan populasi terbesar kedua di dunia, India, dengan cepat menjadi pusat penyebaran virus corona setelah melaporkan rekor kasus Covid-19 harian tertinggi.

Berdasarkan laporan data resmi yang dirilis pada Senin (31/8), India mendapatkan 78.761 kasus Covid-19 baru dengan 971 kematian pada Minggu (30/8).

Angka tersebut merupakan yang infeksi harian tertinggi di dunia, melewati rekor yang pernah dibuat Brasil dan Amerika Serikat (AS).


Totalnya, Worldometer menunjukkan, India memililki 3.624.613 kasus Covid-19 dengan 64.646 kematian. Artinya, India menjadi negara paling terdampak ketiga di dunia setelah Brasil dan AS. Walaupun tampaknya akan segera menyusul.

Pasalnya, pertumbuhan infeksi virus corona di India semakin menjadi. Tidak seperti AS dan Brasil, pertumbuhan kasus India masih meningkat tujuh bulan setelah melaporkan kasus virus korona pertamanya pada 30 Januari.

Virus corona di India sudah menyebar secara luas dari kota metropolitan hingga pedalaman desa. Virus tersebut merongrong negara dengan 1,3 miliar penduduk.

Pengajar di National Institute of Epidemiology India, Naman Shah mengatakan, wabah besar tidak dapat dihindari oleh India yang memiliki sistem kesehatan masyarakat yang relatif buruk.

“Tidak mengherankan, apa pun yang dilakukan India,” kata Shah, anggota satuan tugas Covid-19 pemerintah India, melansir Bloomberg.

Tidak ada tempat di mana penderitaan dunia berkembang terjadi secara lebih mendalam daripada di India, di mana penguncian nasional ambisius yang diberlakukan pada Maret dicabut setelah dua bulan karena pengangguran, kelaparan, dan migrasi massal pekerja yang meninggalkan kota dengan berjalan kaki menjadi terlalu berat untuk ditanggung.

Pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi sejak itu menasihati penduduk untuk "hidup dengan virus" sambil memberikan kebebasan kepada pejabat lokal untuk memberlakukan pembatasan di negara bagian.

Dengan studi antibodi di ibu kota New Delhi dan kota-kota lain, para ahli menyebut, ukuran sebenarnya dari epidemi India mungkin jauh lebih besar daripada yang dilaporkan 3,6 juta infeksi.

Banyaknya kasus yang tidak dihitung berada di kawasan pedalaman di mana ada hampir 900 juta orang yang tinggal dengan perawatan kesehatan yang tidak memadai.

"Penyakit ini berpindah dari perkotaan ke pedesaan, berpindah dari negara bagian dengan infrastruktur perawatan kesehatan yang lebih baik ke tempat lain," ujar Direktur Center for Disease Dynamics Economics and Policy yang berbasis di New Delhi dan Washington, Ramanan Laxminarayan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya