Berita

Ilustrasi para siswa mengenakan masker saat kembali ke sekolah/Net

Dunia

Usai Sebulan Di-Lockdown, Para Siswa Di Auckland Kembali Ke Sekolah

SENIN, 31 AGUSTUS 2020 | 13:52 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Anak-anak di Auckland kembali bersekolah, orangtua mereka pun sudah bisa kembali bekerja setelah Perdana Menteri Jacinda Ardern mencabut kuncian di kota terbesar Selandia Baru tersebut.

Berdasarkan pengumuman Ardern pada Minggu (30/8), sekolah, bisnis, dan transportasi umum di Auckland sudah dapat kembali beroperasi pada Senin (31/9).

Walaupun begitu, mengutip Reuters, Ardern masih mengeluarkan mandat wajib masker ketika berada di transportasi umum ataupun ruang publik lain.


Ia menyebut, penggunaan masker dapat membantu Selandia Baru dalam menghadapi wabah Covid-19.

"Kami memiliki rencana yang kami tahu akan berhasil. Kami hanya membutuhkan kepatuhan dan bantuan semua orang," ujar Ardern.

"Jika semua orang berpegang pada pedoman dan aturan itu, ditambah dengan semua tindakan kesehatan masyarakat yang kami miliki, kami dapat membuat ini berhasil," tambahnya yang juga mengenakan masker ketika berbicara kepada wartawan di Auckland.

Pemerintahan Ardern sebelumnya terpaksa menerapkan lockdown untuk Auckland pada awal Agustus karena muncul kasus penularan virus corona di komunitas yang sangat berisiko.

Namun setelah beberapa minggu memberlakukan pembatasan sosial yang ketat, para siswa di Auckland sudah dapat kembali ke sekolah.

Ardern sendiri sudah menurunkan level pembatasan sosial di Auckland menjadi siaga 2 dari 3. Artinya, warga masih harus mengikuti aturan jarak sosial.

Pada Senin, Selandia Baru melaporkan sembilan kasus Covid-19, di mana lima di antaranya berada di komunitas dan terkait dengn klaster di Auckland.

Totalnya, sejauh ini, Selandia Baru sudah mencatat 1.387 kasus Covid-19 dengan 22 kematian.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya