Berita

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/net

Dunia

Telponan Dengan Donald Trump, Shinzo Abe Janji Hubungan AS-Jepang Tak Akan Berubah

SENIN, 31 AGUSTUS 2020 | 12:51 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Hubungan Jepang dan Amerika Serikat (AS) akan terus diperkuat walaupun Perdana Menteri Shinzo Abe telah mundur dari jabatannya.

Demikian yang disampaikan oleh Wakil Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Akihiro Nishimura pada Senin (31/8). Pernyataan tersebut mengutip pembicaraan Abe dengan Presiden AS, Donald Trump melalui panggilan telepon selama 30 menit pada hari yang sama.

"Beliau ingin Presiden Trump yakin karena kebijakan yang mendukung aliansi Jepang-AS akan tetap, tidak berubah," ujar Nishimura seperti dikutip Reuters.


Lebih lanjut, Abe juga mengatakan kepada Trump bahwa Jepang ingin bekerja sama dengan AS secara erat, terlebih saat ini kedua negara sedang menyusun strategi pertahanan rudal baru.

Sebelumnya, jurubicara Gedung Putih, Judd Deere mengungkap respons Trump terkait pengunduran Abe. Trump menyebut Abe adalah perdana menteri terbesar dalam sejarah Jepang dan berkatnya hubungan kedua negara menjadi lebih kuat.

"Presiden menyebut Perdana Menteri Abe sebagai perdana menteri terbesar dalam sejarah Jepang. Ia melakukan pekerjaan fantastis," ujar Deere.

Abe mengumumkan pengunduran dirinya pada Jumat (28/8). Dalam pernyataannya, Abe mengundurkan diri karena kesehatan yang memburuk akibat penyakit kolitis ulserativa yang dideritanya sejak remaja.

Kantor berita Jiji melaporkan, Partai Demokrat Liberal (LDP) akan memberikan suara pada 14 September untuk memilih pengganti Abe.

Sementara itu, pada Juli, Jepang  mengambil langkah untuk memperoleh senjata yang dapat menyerang Korea Utara, setelah komite partai yang berkuasa menyetujui proposal untuk mempertimbangkan memperoleh kemampuan serangan guna menghentikan serangan rudal balistik.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya