Berita

Presiden Montenegro dan pemimpin Partai Demokratik Sosialis (DPS) Milo Djukanovic (kiri) diwawancarai di luar TPS di Podgorica, Montenegro, 30 Agustus 2020/Net

Dunia

Pemilu Montenegro: Partai Berkuasa DPS Unggul Tipis Raih 29 Kursi, Presiden Serbia Tetap Berikan Ucapan Selamat

SENIN, 31 AGUSTUS 2020 | 11:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Partai yang berkuasa di Montenegro unggul tipis dari aliansi oposisi utama pro-Serbia dalam pemilihan yang berlangsung sengit pada Minggu (30/8).

Partai Demokrat Sosialis (DPS) yang dipimpin Milo Djukanovic, memenangkan 29 kursi dari 81 kursi parlemen negara itu. Sementara Aliansi oposisi Untuk Masa Depan Montenegro memenangkan 28 kursi, menurut hasil parsial dari pemantau pemilihan CeMI, seperti dikutip dari BIRN, Senin (31/8).

Sebanyak 1.217 tempat pemungutan suara dibuka pada hari Minggu pukul 7 pagi untuk pemilihan parlemen negara itu, yang diperkirakan akan menentukan apakah Partai Demokrat Sosialis Montenegro, Milo Djukanovic, DPS, akan mundur setelah tiga dekade memimpin pemerintahan, atau terus menjalankan negara selama empat tahun ke depan.


Sekitar 540.026 orang memiliki hak untuk memberikan suara dan akan memilih 81 anggota parlemen dari satu distrik pemilihan dalam pemilihan parlemen kesebelas sejak Montenegro memperkenalkan sistem multi-partai pada 1990-an. Ini juga pemilu kelima sejak Montenegro memperoleh kemerdekaan dari Serbia setelah referendum 2006.

Saat surat suara dihitung, kedua kubu tampak optimis. Seperti dikutip dari TRT,  pemimpin aliansi oposisi utama meyakini rezim Djukanovic telah berakhir. 

"Rezim telah jatuh," kata Zdravko Krivokapic, pemimpin aliansi oposisi itu. "Ini untuk Masa Depan Montenegro."

Tidak mau kalah, DPS membalasnya dengan mengatakan mereka yakin akan memimpin.

"Saya yakin kami akan merayakan kemenangan DPS malam ini," kata anggota parlemen Nela Savkovic Vukcevic.

Polisi sebelumnya telah memperingatkan kemungkinan kerusuhan pada hari pemungutan suara, meskipun pemungutan suara ditutup tanpa insiden.

DPS tidak pernah kalah dalam pemilihan, setelah memimpin negara Adriatik sejak berakhirnya komunisme pada 1990-an hingga merdeka dari Serbia pada 2006, dan baru-baru ini bergabung dengan NATO.

Tetapi tahun ini mereka menghadapi tantangan berat dari sayap kanan yang berani dan oposisi pro-Serbia yang menginginkan hubungan lebih dekat dengan Beograd dan Moskow.

Oposisi meningkat tinggi setelah setahun didominasi oleh perselisihan antara Djukanovic dan Gereja Ortodoks Serbia (SPC) yang berpengaruh.

Konflik meletus pada akhir 2019 ketika pemerintah mengeluarkan undang-undang yang dapat mengubah ratusan biara yang dikelola SPC di Montenegro menjadi milik negara.

Protes anti-pemerintah besar-besaran diikuti, dipimpin oleh para pendeta dan didukung oleh oposisi pro-Serbia yang menuduh Djukanovic mencoba mencuri situs-situs suci.

Sementara Montenegro mendeklarasikan kemerdekaan dari Serbia pada 2006, SPC tetap menjadi lembaga keagamaan terbesarnya dan sepertiga dari 620.000 penduduk negara itu mengidentifikasi diri sebagai orang Serbia.

Mengomentari pemilihan parlemen di Montenegro, Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengatakan bahwa ia akan mengucapkan selamat kepada siapa pun yang memenangkan pemilu.

"Selama ini Beograd, adalah yang selalu disalahkan oleh Djukanovic atas kampanye anti-Montenegro. Tetapi, Beograd akan memberi selamat kepada pemenang, siapa pun itu," ujar Vucic.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Intelijen AS: Iran Bakal Perpanjang Perang untuk Goyang Trump di Pemilu Sela

Minggu, 06 September 2026 | 16:27

Pengunjung Lampung Financial Festival 2026 Antusias Jajal Layanan Digital BNI

Minggu, 06 September 2026 | 16:06

Erupsi Anak Krakatau, 12 Penerbangan Malaysia Airlines ke Jakarta Dibatalkan

Minggu, 06 September 2026 | 15:51

Debu Vulkanik Tebal Selimuti Bandar Lampung

Minggu, 06 September 2026 | 15:36

Trump Ancam Serang Gunung Pickaxe Iran dalam Waktu Dekat

Minggu, 06 September 2026 | 15:25

Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran Berpeluang Ditolak MK

Minggu, 06 September 2026 | 14:49

Denmark Tegaskan Dukungan Terhadap Otonomi Sahara Maroko

Minggu, 06 September 2026 | 14:18

BNPB Gencarkan OMC Redam Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau di Jakarta

Minggu, 06 September 2026 | 14:12

Pemantauan Kualitas Udara Diperketat Antisipasi Dampak Sebaran Abu Vulkanik

Minggu, 06 September 2026 | 14:06

Produk Impor Masuk RI Wajib Halal

Minggu, 06 September 2026 | 14:01

Selengkapnya