Berita

Presiden Serbia Aleksandar Vucic/Net

Dunia

Presiden Vucic Tidak Ingin Ada Donald Trump Dalam Pertemuan Serbia-Kosovo Di Gedung Putih

SENIN, 31 AGUSTUS 2020 | 09:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dalam beberapa hari ke depan, para pemimpin Serbia dan Kosovo akan melakukan pertemuan di Gedung Putih seperti yang telah disepakati. Namun, semakin dekat hari menuju pertemuan itu, beredar informasi yang simpang siur dan kontradiktif dari kedua belah pihak.

Terutama menyangkut soal apa yang sebenarnya akan dibahas pada pertemuan itu, yang dikatakan bahwa pertemuan itu akan membahas soal ekonomi dan infrastruktur.

Presiden Serbia Aleksandar Vucic menduga bahwa akan ada kejutan dengan rencana kemunculan Presiden AS Donald Trump, yang secara tidak resmi dilaporkan akan bertemu dengan Vucic dan Perdana Menteri Kosovo Avdulah Hoti dalam pertemuan tersebut.


Analis dan diplomat mencermati bisa saja Trump ikut serta dalam pertemuan itu (suatu hal yang tidak pernah dibicarakan sebelumnya), jika Beograd dan Pristina menyepakati sesuatu yang sangat penting dalam pertemuan itu. Seperti dikutip dari N1, Minggu (30/8), Trump ingin bertemu dengan kedua pemimpin itu sebagai tanda keberhasilan kebijakan luar negerinya di tengah kampanye yang memanas menjelang pemilihan presiden pada November di AS.

Berbicara kepada Pink TV, Vucic mengatakan jika benar Trump akan muncul dalam pertemuan itu, maka ia akan menolaknya dan tidak ingin ada Trump. Situasi seperti itu akan membuatnya menjadi "Presiden Serbia pertama yang ditawari pertemuan bilateral dengan Presiden AS dan Presiden Serbia pertama yang menolaknya."
Uni Eropa, yang memfasilitasi dialog Serbia-Kosovo tentang normalisasi hubungan sejak 2013, menyambut baik upaya AS untuk membantu mencari solusi melalui pembicaraan tentang ekonomi.'

Beberapa sumber mengatakan Washington saat ini tengah mengambil alih masalah politik dari Brussel, membuat para pejabat di Uni Eropa 'mengangkat alisnya'.

Menurut Hoti, keberhasilan dialog hanya bisa terjadi karena saling pengakuan antara Kosovo dan Serbia, yang menurut Serbia itu tidak akan pernah terjadi.

Vucic telah menolak untuk mengungkapkan apa rencananya untuk penyelesaian perselisihan tersebut. Vucic hanya mengatakan dia akan melakukan segalanya untuk melindungi kepentingan negara.

Di sisi lain, rencana Kosovo jelas dan lugas dengan Hoti mengklaim pengakuan timbal balik telah menjadi satu-satunya topik dalam semua pertemuan yang dia lakukan dengan perwakilan Serbia.

"Selama semua pertemuan yang telah saya ikuti dan yang akan kami lakukan dengan perwakilan Serbia, satu-satunya masalah adalah adanya saling pengakuan," kata Hoti merujuk pada kejahatan kemanusiaan dalam perang kemerdekaan Servia-Kosovo.

"Segala sesuatu yang telah dibicarakan bertujuan untuk mencapai kesepakatan tentang saling pengakuan, tanpa menjatuhkan Kosovo," kata Hoti, pada Sabtu (29/8) malam.

Menanggapi Hoti, kepala Kantor Pemerintah Serbia untuk Kosovo, Marko Djuric,  menuduh Hoti telah berusaha 'menipu publik'.

Djuric mengatakan bahwa dia telah berbicara dengan orang-orang Gedung Putih yang mengonfirmasi bahwa rencana tersebut sebenarnya akan fokus pada topik ekonomi saja.

Namun begitu, dia juga tidak bisa memungkiri bahwa bisa saja ada 'beberapa kejutan' seperti yang dikatakan Vucic. Sejauh ini Serbia akan melakukan segalanya untuk menjaga kepentingan nasional berdasarkan Konstitusi dan akan bekerja untuk memperluas kerjasama ekonomi.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya