Berita

Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden/Net

Dunia

Gaet Dukungan Dari Mantan Politisi Republik, Berhasilkah Joe Biden Galang Suara Di Swing States?

MINGGU, 30 AGUSTUS 2020 | 14:33 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Joe Biden tengah berusaha keras untuk mendapatkan dukungan dari swing states atau juga yang disebut battleground states.

Menurut FiveThirtyEight, ada 12 negara bagian yang menjadi swing states ketika pemilu 2016 lalu. Di antaranya adalah Colorado, Florida, Iowa, Michigan, Minnesota, Nevada, New Hampshire, North Carolina, Ohio, Pennsylvania, Virginia, dan Wisconsin.

Salah satu strategi yang digunakan Biden adalah dengan menyimpan para pendukungnya dari mantan politisi Partai Republik untuk berada di garda depan.


Misalnya dengan memberikan kesempatan pidato kepada ratusan mantan staf George W. Bush, John McCain, dan Mitt Romney ketika Konvensi Nasional Partai Demokrat (DNC). Bahkan, mereka diberika waktu saat prime-time.

Kendati begitu, apakah strategi Biden benar-benar berhasil menggalang suara dari swing state?

Dari laporan AFP yang dilansir pada Minggu (30/8), banyak pemilih di swing states yang terbantu namun beberapa lainnya justru lebih dilema dengan situasi tersebut. Walaupun banyak dari mereka yang lebih memilih Biden.

Misalnya seorang warga Wisconsin berusia 50 tahun bernama Kari Walker. Selama dua dekade terakhir, Walker sudah memillih kandidat Republik, namun untuk tahun ini ia berencana memilih Biden.

Alasannya, ia mengatakan tidak dapat memaksakan diri untuk memillih Trump sebagai seorang presiden yang buruk. Dengan adanya mantan politisi Republik yang mendukung Biden, ia merasa lebih yakin memberikan suaranya pada mantan Wakil Presiden AS tersebut.

"Saya menemukan dukungan pendukung Partai Republik bersifat persuasif," ujar Walker, yang bersama suaminya memiliki kedai minuman di kota kecil Reedsburg. Itu adalah daerah yang mendukung Trump pada 2016 setelah dua kali memberikan suara untuk Demokrat, Barack Obama.

"Saya akan memberikan suara untuk Biden, tapi saya menghargai influencer GOP yang menyeberang," sambungnya.

Walker adalah tipe pemilih yang diharapkan bisa dipikat oleh kampanye Biden.

Namun, Trump tampaknya mendapat manfaat dari peralihan partai tersebut. Berbagai kritikan yang diberikan oleh para mantan politisi Republik tersebut tampak menunjukkan tidak konsistennya mereka.

Seorang jurnalis Washington Post, Glenn Kessle, mengungkapkan keterkejutannya atas pesan tersebut.

"Saya secara pribadi mengenal sejumlah orang ini dan betapa konservatifnya mereka dalam banyak masalah. Saya tidak pernah membayangkan mereka akan secara terbuka mendukung seorang Demokrat," ujarnya.

Menurut seorang analis politik Universitas Virginia, Kyle Kondik mengatakan, pembelot dari partai Republik tersebut masih belum bisa meyakinkan penggalangan dukungan untuk Biden.

"Partai Republik yang murtad ini adalah simbol dari banyak mantan pemilih Partai Republik yang terkonsentrasi di daerah pinggiran kota yang makmur, berkembang, dan berpendidikan tinggi yang telah meninggalkan Partai Republik di era Trump," ujar Kondik.

"Meskipun demikian, saya tidak tahu apakah dukungan ini benar-benar mengeluarkan pemilih baru dari kubu Trump," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya