Berita

India segera buka operasi kereta bawah tanah/Net

Dunia

Lebih Dari 76 Ribu Kasus Covid-19 Muncul Dalam Sehari, India Sudah Buka Kereta Bawah Tanah

MINGGU, 30 AGUSTUS 2020 | 12:36 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

India akan memberikan longgaran aturan pembatasan sosial yang berfungsi untuk mengekang penyebaran virus corona baru.

Kementerian Dalam Negeri pada Minggu (30/8) melaporkan, India akan membuka kembali jaringan kereta bawah tanah dan mengizinkan sejumlah kegiatan secara terbatas seperti olah raga dan keagamaan.

Pelonggaran tersebut, menurut Reuters akan mulai berlaku pada bulan depan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menghidupkan kembali ekonomi.


"Jaringan kereta bawah tanah, jalur kehidupan jutaan orang di ibukota New Delhi, akan dibuka kembali secara bertahap mulai 7 September," ujar kementerian.

"Asosiasi sosial, akademik, olahraga, dan keagamaan akan diizinkan dengan maksimal 100 orang mulai 21 September," sambungnya seraya mengatakan khusus untuk sekolah dan perguruan tinggi akan tetap ditutup hingga akhir September.

Meski begitu, pemerintah mengumumkan, di semua zona penahanan atau area dengan penyebaran virus corona paling parah, aturan pembatasan yang ketat masih diberlakukan.

Pada Sabtu (29/8), India melaporkan 76.472 kasus baru Covid-19, lebih rendah dari jumlah beberapa hari sebelumnya namun masih menunjukkan penyebaran infeksi yang parah.

Totalnya, India sudah melaporkan 3.46 juta kasus Covid-19 atau tertinggi ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Brasil.

Pada hari yang sama, India juga melaporkan 1.021 kematian akibat virus sehingga totalnya menjadi 62.550,

Pada Jumat (28/8), anggota parlemen H. Vasanthakumar dari Kongres partai oposisi utama negara menjadi tokoh terkenal terbaru yang meninggal karena Covid-19 di India/

"Berita tentang anggota parlemen Kanyakumari, Shri H Vasanthakumar yang meninggal sebelum waktunya karena Covid-19 telah mengejutkan," kata Rahul Gandhi, seorang anggota terkemuka partai Kongres.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya