Berita

Museum Militer Revolusi Rakyat Tiongkok/Net

Dunia

Dimata-matai Terus, China Sengaja Undang Pilot AS Kunjungi Puing Pesawat Amerika Di Museum Militer Tiongkok

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 | 08:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Nampaknya China masih kesal dengan aksi pesawat mata-mata AS yang menerobos wilayahnya pada beberapa hari lalu. Hal itu tercermin saat Museum Militer Revolusi Rakyat Tiongkok merilis sebuah surat 'undangan' di akun Sina Weibo pada hari Kamis (27/8) yang isinya mengundang pilot AS untuk mengunjungi puing-puing pesawat U-2 yang dikumpulkan di aula pameran bawah tanahnya.

Surat itu menjadi diskusi hangat netizen Tiongkok.

Sebelumnya, pesawat mata-mata AS jenis pengintai ketinggian U-2 menerobos zona larangan terbang China, yang didirikan oleh Komando Teater Utara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) selama latihan tembak langsung pada hari Selasa (25/8).


"Kami akan memberi tahu Anda bahwa itu ditembak jatuh oleh kami lebih dari setengah abad yang lalu!" kata museum yang berbasis di Beijing dalam isi surat itu, seperti dikutip dari GT, Jumat (28/8).

Museum mengatakan bahwa angkatan udara PLA pernah menembak jatuh pesawat pengintai ketinggian U-2 berkali-kali sepanjang sejarah, dan bagaimana angkatan udara PLA berperang melawan operasi pengintaian ketinggian dari sisi Kuomintang (KMT) yang didukung AS.

"Kami mampu meletakkan pesawat pengintai ketinggian U-2, 58 tahun yang lalu, dan kami pasti dapat menembak jatuh setiap pesawat tempur yang menyerang wilayah udara teritorial China," tulis pihak museum.

Surat itu menarik perhatian dan diskusi hangat di kalangan netizen Tiongkok. Banyak yang menyebutkan akun Weibo dari Kedutaan Besar AS di China dan berkata: "Anda dipersilakan untuk mengunjungi reruntuhan U-2."

"Selamat datang, tidak apa-apa jika AS ingin memberikan beberapa pameran baru.Sudah waktunya untuk mengganti ke U-2 yang lebih baru untuk museum," kata netizen bernama Meiyinamiusi.

Beberapa juga mengingatkan pilot AS untuk mengambil tindakan pengendalian epidemi yang diperlukan sebelum memasuki museum.

"Ingatlah untuk meminta mereka memindai kode kesehatan dan memakai masker (saat berkunjung)," katanya.

Museum ini dibuka pada tahun 1960 dan merupakan museum militer komprehensif pertama di Tiongkok. Museum ini didedikasikan untuk mengumpulkan, mempelajari dan menampilkan peninggalan budaya, benda, dokumen dan literatur tentang revolusi dan pencapaian selama pembangunan PLA, serta yang tentang sejarah militer Tiongkok dan dunia, yang ditampilkan dalam pengantar di situsnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya