Berita

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe/net

Dunia

Resmi Mengundurkan Diri, PM Shinzo Abe: Tidak Ada Jaminan Kondisi Kesehatan Saya Akan Membaik

JUMAT, 28 AGUSTUS 2020 | 15:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe mengumumkan keinginannya untuk mundur karena kondisi kesehatan yang kian memburuk.

Hal tersebut Abe sampaikan kepada para wartawan saat menggelar konferensi pers di Tokyo, Jepang pada Jumat (28/8).

Melalui video yang disiarkan secara langsung oleh Reuters, Abe memutuskan untuk mundur karena penyakitnya kembali kambuh.


"Tiga belas tahun yang lalu, penyakit saya muncul dalam satu tahun. Mengharuskan saya untuk mundur sebagai perdana menteri. Setelah itu saya mengonsumsi obat untuk menyembuhkan diri," ujar Abe.

"Selama delapan tahun menjabat sebagai perdana menteri, saya tidak mengalami masalah dalam kesehatan. Namun tahun ini, tepatnya pada Juni, ketika saya melakukan check up, dokter mengatakan penyakit tersebut muncul lagi," sambungnya.

Namun tidak seperti sebelumnya, Abe mengurai, ia harus melakukan perawatan yang lebih intensif. Ada perawatan dan obat baru yang harus ia konsumsi.

"Saya tidak bisa membuat kebijakan yang salah dalam politik. Saya tidak dapat melanjutkan jabatan ini. Saya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai perdana menteri," ungkap Abe.

"Saya meminta maaf kepada seluruh rakyat Jepang," sambungnya.

Sementara itu, ketika ditanya lebih lanjut oleh wartawan terkait dengan kondisi kesehatan dan apakah penyakitnya bisa pulih, Abe mengaku tidak memiliki jaminan tersebut.

"Tidak ada jaminan kondisi kesehatan saya membaik," ucapnya.

Sementara itu, Abe mengatakan, siapa yang menjadi penggantinya adalah keputusan partai. Pernyataan tersebut muncul di tengah perebutan kekuasaan di dalam tubuh Partai Demokrat Liberal (LDP) yang terjadi saat ini.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya