Putera presiden Mali, Karim Keita/Net
Sebuah laporan cukup mengejutkan terkait putra presiden Mali Karim Keita. Ketika ayahnya, Ibrahim Boubacar Keita, ditangkap dan digulingkan pada 18 Agustus lalu, Karim malah melarikan diri ke negara tetangga. Saat ini Karim masih di negara tempat pelariannya dan dalam keadaan baik-baik saja.
Sumber yang mengetahui keberadaannya pada Kamis (27/8) mengatakan kepada media, "Dia menelepon saya. Dia baik-baik saja," kata sumber itu, berbicara tanpa menyebut nama, seperti dikutio dari TRT, Jumat (28/8).
"Dia meninggalkan Mali melalui jalan darat," seorang anggota parlemen Mali yang dekat dengan Karim, menambahkan.
Ibrahim Boubacar Keita ditangkap bersama dengan anggota pemerintah lainnya selama kudeta pada 18 Agustus. Di saat yang sama, ada juga yang menyebutkan beberapa hari kemudian, Karim menghilang dari pandangan, tampaknya melarikan diri dari penangkapan.
Keita kemudian dibebaskan dari tahanan, 10 hari setelah pemberontakan tentara menggulingkannya dari kekuasaan.
Yang mengejutkan, di saat sang ayah tengah mengalami kudeta dan penangkapan, Karim malah kedapatan berpesta di luar negeri. Gambar dari video yang bocor menunjukkan Karim berpesta di luar negeri dengan wanita muda berpakaian minim. Belum ada klarifikasi jelas soal ini. Namun, beberapa minggu sebelum ayahnya ditangkap, sang putera juga kerap berpesta di luar negeri.
Selama ini putra presiden yang berusia awal 40-an itu dilukis sebagai orang yang bermoral rendah yang menjalani kehidupan kelas atas sementara negara sedang mengalami kesulitan ekonomi.
Tekanan publik mendorong Karim untuk mengundurkan diri pada bulan Juli dari jabatan Ketua Komite Pertahanan Majelis Nasional yang kuat, meskipun ia tetap memegang kursi parlemennya.
Anggota parlemen tersebut mengatakan bahwa saat ini Karim mungkin berada di negara tetangga, Burkina Faso atau Pantai Gading. Sementara seorang anggota keluarga Keita, yang juga berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan dia "tidak berada di Maroko".