Berita

Alexei Navalny/Net

Dunia

Kejaksaan Agung Rusia Tolak Permintaan Penyelidikan Dugaan Keracunan Alexei Navalny, Uni Eropa Buat Pertemuan

JUMAT, 28 AGUSTUS 2020 | 09:54 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kejaksaan Agung Rusia telah menolak permintaan penyelidikan kriminal terhadap dugaan keracunan yang dialami oleh pemimpin oposisi pemerintah, Alexei Navalny,

Melalui keterangannya pada Kamis (27/8), kejaksaan mengatakan tidak ada tanda-tanda kejahatan telah dilakukan meski dokter rumah sakit mendiagnosis keracunan.

Lebih lanjut, kejaksaan mengatakan, pihak berwenang Jerman dan Rusia telah setuju untuk bekerja sama menangani kasus tersebut. Pihaknya juga telah memita Jerman untuk berbagi informasi terkait kondisi Navalny dan berjanji akan mengembalikannya sebagai ganti.


Mengutip Reuters, unit transportasi Kementerian Dalam Negeri cabang Siberia mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan awal setelah penerbangan Navalny melakukan pendaratan darurat di kota Omsk.

Mereka telah memeriksa kamar hotel tempat Navalny menginap di Tomsk dan rute yang diambilnya di kota, serta menganalisis rekaman video pengawas dari daerah tersebut. Namun kementerian tidak menemukan obat atau zat lainnya.

Menanggapi penolakan penyelidikan dari kejaksaan, para pendukung Navalny marah. Mereka yakin bahwa aktivis anti korupsi tersebut sudah diracuni.

"Apa lagi yang dibutuhkan Kantor Kejaksaan agar mereka memiliki alasan untuk membuka penyelidikan?" tanya pendukung Navalny, Lyubov Sobol.

Hal yang sama disuarakan oleh kepal staf kampanye Navalny, Leonid Volkov, melalui siaran langsung YouTube.

"Saya ingin langsung mengatakan, seharusnya tidak ada harapan yang super optimis saat ini. Upaya pembunuhan itu sangat serius, hampir berhasil," ujar Volkov.

"Sangat beruntung, sistem imunnya kuat dan tidak membunuhnya. Kita harus memahami bahwa kita tidak akan segera mendapatkan Alexei kita kembali seperti dulu," tambahnya.

Saat ini, Kementerian Dalam Negeri Rusia memang telah melakukan penyelidikan awal namun tidak khusus melainkan rutin.

Navalny dilarikan ke rumah sakit Omsk, Siberia, setelah pingsan di pesawat S7 yang akan membawanya ke Moskow pada Kamis (20/8). Ia diyakini telah diracun menggunakan teh yang ia minum di bandara Tomsk.

Pada Sabtu (22/8), lelaki 44 tahun tersebut diterbangkan ke Jerman dalam kondisi koma untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Rumah sakit Jerman mengatakan pemeriksaan medis awalnya menunjukkan keracunan, meskipun rumah sakit Siberia membantah diagnosis tersebut.

Seruan untuk melakukan penyelidikan atas insiden yang menimpa Navalnya telah disuarakan oleh Jerman, Inggris, Amerika Serikat (AS), dan kekuatan lainnya.

Bahkan para menteri Uni Eropa akan membahas kondisi Navalny pada pekan ini.

Navalny merupakan kritikus Kremlin yang paling keras. Sebagai seorang pengacara dan aktivis anti korupsi, ia telah mengungkap korupsi tingkat tinggi dan memobilisasi pengunjuk rasa.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya