Berita

Lockdown di wilayah Rakhine diperluas setelah terjadi lonjakan kasus Covid-19/Reuters

Dunia

Myanmar Perluas Lockdown Covid-19 Di Rakhine, Pengungsi Rohingya Makin Terjepit

RABU, 26 AGUSTUS 2020 | 22:24 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Myanmar memperluas penguncian atau lockdown Covid-19 di negara bagian Rakhine yang dilanda konflik mulai hari ini (Rabu, 26/8).

Sebenarnya lockdown dan jam malam telah diberlakukan di Rakhine, namun terbatas hanya pada wilayah ibukota Sittwe sejak akhir pekan kemarin.

Namun kini, karena terjadi lonjakan kasus Covid-19 dalam beberapa hari terakhir, pemerintah Myanmar memutuskan untuk memperluas lockdown dan jam malam ke empat kota di kota lainnya, yakni Kyaukphyu, An, Taungup dan Thandwe.


"Orang-orang dari empat kota kecil tersebut hanya boleh tinggal di rumah mereka," begitu pengumuman pemerintah yang dimuat di surat kabar milik negara, Global New Light of Myanmar dan dilansir ulang Reuters.

Pengumuman yang sama menambahkan bahwa hanya kendaraan resmi yang diizinkan untuk menyediakan transportasi.

Tercatat ada 70 kasus infeksi Covid-19 baru di seluruh Myanmar dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Jumlah itu menambah total kasus Covid-19 di Myanmar mencapai 574 orang.

Rakhine sendiri merupakan salah satu negara bagian termiskin di Myanmar. Dengan demikian, fasilitas perawatan kesehatan di Rakhine pun tidak sesuai dengan standar dan banyak warga yang tidak memiliki akses pada layanan kesehatan.

Selain itu, Rakhine telah lama menjadi titik api konflik etnis dan agama terkait dengan kelompok Rohingnya. Wilayah ini merupakan rumah bagi sekitar 130 ribu muslim Rohingya yang mengungsi akibat konflik. Banyak dari mereka tinggal di kamp-kamp yang jauh dari kata layak. Amnesty International bahkan menyebut bahwa kamp-kamp tersebut tidak ubahnya seperti kondisi "apartheid".

Di tengah kondisi sulit tersebut, pemerintah Myanmar memutuskan untuk memperluas lockdown dan menutup semua sekolah.

"Kami telah menelepon semua sekolah dan memerintahkan mereka untuk tutup mulai besok," kata direktur jenderal Departemen Pendidikan Dasar Myanmar, Ko Layy Win.

"Komite pusat Covid-19 memutuskan untuk melakukan itu karena penularan lokal di negara itu tinggi," sambungnya.

Meski demikian, ada pengecualian bagi sejumlah pihak, termasuk pegawai negeri dan pekerja pabrik. Selain itu, hanya satu anggota keluarga dari setiap rumah tangga yang boleh keluar untuk berbelanja kebutuhan pokok.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya