Berita

Ilustrasi Pertamina/Net

Bisnis

Pengamat Energi Masih Yakin Pertamina Akan Rebound Di Akhir Tahun

SELASA, 25 AGUSTUS 2020 | 20:38 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Meski merugi di semester pertama, pendapatan PT Pertamina (Persero) diyakini akan mengalami peningkatan di akhir tahun 2020 ini.

“Saya optimis di akhir tahun Pertamina akan rebound bisa mencapai positif, karena harga minyak juga mulai stabil di angka 40-45 dolar AS per barel. Ini nanti juga akan meningkatkan penjualan minyak Pertamina ke depannya,” kata pengamat Energy Watch Indonesia, Mamit Setiawan kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (25/8).

Optimisme Mamit tersebut berlandaskan efisiensi yang telah dilakukan Pertamian, yakni dengan memotong beban pokok penjualan sebesar Rp 15,4 miliar meski sebelumnya di angka Rp 18,7 miliar.


“Pertamina sudah mulai mengencangkan ikat pinggang, terutama dari sisi penjualan walaupun produk dari beban hulu masih tinggi. Eksplorasi juga mengalami penurunan dari 85 juta dolar AS tahun lalu menjadi 78 juta dolar AS, juga ada beban aktivitas lain yang meningkat dari 800 juta dolar AS menjadi 960 juta dolar AS," bebernya.

Secara keseluruhan, kata Mamit, Pertamina sudah melakukan efisiensi cukup besar dari Rp 21,9 miliar menjadi Rp 18,8 miliar. Hal itu dinilainya sebagai salah satu usaha Pertamina dalam menghadapi situasi krisis akibat pandemik Covid-19 ini.

Pihaknya juga mengharapkan agar Pertamina melakukan renegoisasi kontrak ke sejumlah vendor minyak secara lebih efisien lagi.

“Saya kira salah satu yang bisa dilakukan Pertamina adalah dengan cara refinancing atau mencari utang kembali dengan bunga yang lebih murah. Pertamina perlu juga lindungi edging, dalam artian selisih atau rugi kurs ini bisa berkurang dengan mereka melakukan edging ini,” tutupnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Purbaya Soal Pegawai Rompi Oranye: Bagus, Itu Shock Therapy !

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:16

KLH Dorong Industri AMDK Gunakan Label Emboss untuk Dukung EPR

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:05

Inflasi Jakarta 2026 Ditargetkan di Bawah Nasional

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:04

PKB Dukung Penuh Proyek Gentengisasi Prabowo

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:57

Saham Bakrie Group Melemah, Likuiditas Tinggi jadi Sorotan Investor

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:51

Klaim Pemerintah soal Ekonomi Belum Tentu Sejalan dengan Penilaian Pasar

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:50

PN Jaksel Tolak Gugatan Ali Wongso pada Depinas SOKSI

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:48

Purbaya Optimistis Peringkat Utang RI Naik jika Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:32

IHSG Melemah Tajam di Sesi I, Seluruh Sektor ke Zona Merah

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:27

Prabowo Dorong Perluasan Akses Kerja Profesional Indonesia di Australia

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:16

Selengkapnya