Berita

Calon wakil presiden dari Demokrat, Kamala Harris dikabarkan pernah kena prank dari dua komedian terkenal asal Rusia/Net

Dunia

Kamala Harris Kena Prank Duo Komedian Rusia

MINGGU, 23 AGUSTUS 2020 | 16:08 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dua komedian asal Rusia yakni Vladimir Kuznetsov dan Alexey Stolyarov, atau yang dikenal juga sebagi Vovan dan Lexus kabarnya berhasil mengerjai calon wakil presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Kamala Harris.

Vovan dan Lexus, yang juga dikenal sebagai pranksters atau orang yang suka mengerjai orang lain, menyamar sebagai aktivis iklim remaja Greta Thunberg dan ayahnya, Svante Thunberg dan membuat panggilan telepon kepada Harris pada Januari lalu.

Panggilan telepon itu dilakukan sebelum Harris dinobatkan sebagai calon wakil presiden mendampingi Joe Biden dari Demokrat.


Panggilan telepon itu pun direkam dan rekaman audionya pertama kali diterima media The Sun baru-baru ini.

"Selamat atas semua kepemimpinan Anda. Saya sangat terinspirasi oleh keberanian dan suara Anda," kata Harris yang juga merupakan senator dari California kepada duo pranksters, dalam klip audio yang diperoleh oleh The Sun dan dimuat ulang Russia Today akhir pekan ini.

Duo pranksters itu kemudian mengklaim kepada Harris bahwa mereka memiliki jejak "kotor" pada Trump yang bisa membantu Harris, dalam bentuk rekaman.

Mereka mengklaim bahwa Trump menghampiri Greta pada pertemuan di gedung PBB September lalu dan Trump mengatakan hal buruk kepada Greta.

"Saya sangat takut dengan apa yang Trump lakukan, saya bahkan tidak bisa makan atau tidur ketika melihatnya di TV. Pertemuan mengerikan di gedung PBB pada bulan September. Saya mengalami mimpi buruk," kata duo pranksters yang menyamar sebagai Greta.

"Saya melihatnya di koridor dan berteriak kepadanya untuk menandatangani perjanjian iklim Paris. Dia datang dan berkata dengan lembut kepada saya, 'Anda tidak akan pernah mencapai tujuan'," kata Greta palsu itu.

Dalam rekaman audio yang sama, Greta palsu menawarkan dukungannya untuk kampanye Harris. Selain itu, prankster yang menyamar sebagai ayah Greta, alias Svante palsu, memberi tahu Harris bahwa percakapan antara Trump dan putrinya tersebut direkam dan menanyakan kepada Harris apakah rekaman itu akan berguna baginya.

Harris tampaknya menerima tawaran itu.

"Itu akan luar biasa," kata Harris.

Dia juga menerima tawaran dari "Greta" palsu untuk bersaksi melawan Trump.

Panggilan telepon kemudian diakhiri dengan pernyataan dua pranksters yang mengatakan kemungkinan untuk bertemu Harris sesegera mungkin.

Pada akhir percakapan, duo pranksters itu tampak berguyon dan meminta Harris untuk tidak menangkap mereka. Guyonan itu sendiri agaknya bermakna ganda.

Harris yang tampaknya masih percaya bahwa kedua orang itu adalah Greta dan ayahnya, meyakinkan mereka bahwa mereka tidak akan ditangkap.

"Tidak tidak Tidak!" Harris meyakinkan mereka.

Meski begitu, belum ada tanggapan atau konfirmasi dari pihak Harris mengenai dugaan prank tersebut.

Akan tetapi, Vovan dan Lexus memang dikenal sebagai pranksters "kelas kakap" yang pernah berhasil mengerjai politisi lain dan melewati langkah-langkah keamanan yang biasanya ketat, terutama menawarkan kritik terhadap Trump ketika mereka melakukannya.

Mereka pernah mengerjai Senator Bernie Sanders dan Maxine Waters.

Untuk mengetahui lebih jelas soal rekaman audio duo pranksters itu, berikut transkrip pembicaraan mereka dengan Kamala Harris, seperti dilansir Daily Mail.

Staf: Svante, saya memiliki Anda di sini bersama Senator Kamala Harris.

Svante (Palsu)
: Oke.

Kamala
: Hai!

Greta (Palsu)
: Hai Kamala!

Kamala
: Halo Greta, selamat atas semua kepemimpinan Anda. Saya sangat terinspirasi oleh keberanian dan suara Anda.

Greta (Palsu)
: Umm, akan sangat bagus untuk mendukung Anda dalam kampanye Anda. Apa cara terbaik untuk melakukannya?

Kamala
: Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan membicarakan rencana iklim saya. Anda tahu apa yang dapat saya lakukan adalah, saya dapat meminta tim kebijakan saya untuk menindaklanjuti dengan Anda dengan lebih detail tentang apa yang sebenarnya akan membantu dan apa yang ingin Anda lakukan.

Kemudian kita dapat berbicara lebih detail tentang cara kerjanya dan itu akan sangat membantu, dan saya berterima kasih untuk itu.

Greta (Palsu)
: Kami menulis kepada banyak politisi, tetapi tidak banyak orang yang menanggapi. Betapa menyedihkan.

Svante (Palsu
): Baru-baru ini, bahkan Presiden Putin mengatakan tentang Anda ...

Greta (Palsu)
: Bukan itu yang saya inginkan.

Kamala
: Ini hanya menyoroti kebutuhan bahwa kita harus aktif. Ada kekuatan yang bekerja melawan gerakan kami dan kami harus berjuang untuk hal-hal ini. Inilah saat itu, dan Anda telah menjadi pejuang yang hebat dalam hal ini.

Greta (Palsu)
: Saya sangat takut dengan apa yang Trump lakukan, saya bahkan tidak bisa makan atau tidur ketika saya melihatnya di TV. Pertemuan yang mengerikan di gedung PBB pada bulan September itu, saya mengalami mimpi buruk. Saya melihatnya di koridor dan berteriak kepadanya untuk menandatangani perjanjian iklim Paris. Dia datang dan berkata dengan lembut kepada saya "Anda tidak akan pernah mencapai tujuan".

Kamala
: Tidak, tapi Greta…

Greta (Palsu)
: ... dan dia melanjutkan, dia melanjutkan, dia melanjutkan ...

Kamala
: ... jangan putus asa, Anda memiliki kemampuan untuk melihat apa yang mungkin, dengan cara yang tidak dilakukan banyak orang dan akan ada orang yang akan bekerja melawan kemajuan. Itu selalu terjadi, selalu dalam sejarah ada orang yang bekerja melawan kemajuan. Dengar, tidak ada yang telah dicapai di dunia ini, yang telah mencapai kemajuan, tanpa perlawanan. Inilah sifatnya.

Greta (Palsu)
: Tapi sangat sakit berperilaku seperti itu, maksud saya Presiden Trump

Kamala: Ya, ini mirip dengan masa-masa sebelumnya dalam sejarah ketika beberapa orang tidak dapat membayangkan bagaimana segala sesuatunya bisa berbeda dan kemudian para pemimpin memang berimajinasi dan dapat melihat dan memimpin. Anda telah menjadi pemimpin yang hebat, jangan terhalang.

Svante (Palsu)
: Greta selalu membawa perekam, dan ketika itu terjadi ...

Greta (Palsu)
: Di saku saya, ya.

Svante (Palsu)
: ... ada di perekam Greta. Jika Anda ingin mendapatkannya, kami dapat menyediakannya.

Greta (Palsu)
: Mungkin rekaman ini bisa membantu Anda.

Kamala
: Terima kasih, itu akan luar biasa.

Greta (Palsu)
: Di sisi saya, saya bisa bersaksi melawan pria yang mengerikan ini.

Kamala
: Ya pasti, terima kasih banyak.

Svante (Palsu)
: Terima kasih banyak.

Kamala
: Maaf saya harus menutup telepon sekarang, tapi Josh akan menghubungi Anda dan kami akan tetap berhubungan dan bekerja sama. Saya berharap dapat bekerja sama dengan Anda.

Svante (Palsu)
: Kami berada di Kanada sekarang, tapi kami akan segera berada di Amerika Serikat.

Kamala
: Oh bagus, kalau begitu kita harus membuat rencana. Saya ingin itu.

Svante (Palsu)
: Saya harap Anda tidak akan menangkap kami.

Kamala: Tidak, tidak, tidak.
Greta (Palsu)
: Saya tidak ingin masuk penjara.

Svante (Palsu)
: Seperti yang dilakukan beberapa orang.

Kamala
: Saya berharap dapat melihat Anda, baiklah, dan saya akan segera berbicara dengan Anda. Sampai jumpa.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

IPW Dinilai Tidak Netral soal Evaluasi Pelaku Tambang Nikel

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:47

Megawati Kirim Bunga Buat HUT Gerindra sebagai Tanda Persahabatan

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:33

Tiga Petinggi PN Depok dan Dua Pimpinan PT Karabha Digdaya Resmi jadi Tersangka

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:13

Reaksi Menkeu Purbaya Ada Anak Buah Punya Safe House Barang Korupsi

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:37

Gerindra Sebar Bibit Pohon Simbol Keberlanjutan Perjuangan

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:25

Gus Yusuf Kembali ke Dunia Pesantren Usai Mundur dari PKB

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:15

Bahlil Siap Direshuffle Prabowo Asal Ada Syaratnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:12

Dasco Jaga Kenegarawanan Prabowo dari Ambisi Jokowi

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:05

PDIP Tak Masalah PAN dan PKB Dukung Prabowo Dua Periode

Jumat, 06 Februari 2026 | 21:53

KPK Dikabarkan Sudah Tetapkan 5 Tersangka OTT Depok

Jumat, 06 Februari 2026 | 21:29

Selengkapnya