Berita

Politisi PKB, Abdul Kadir Karding/Net

Politik

Kata Karding, Kelahiran KITA Bentuk Reaksi Terhadap Gerakan KAMI

KAMIS, 20 AGUSTUS 2020 | 19:41 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Setelah muncul Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) besutan sejumlah tokoh bangsa seperti Din Syamsuddin dan Rizal Ramli, lahir gerakan baru bernama Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA).

KITA digagas oleh beberapa tokoh yang merupakan mantan pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019 silam.

Menyikapi lahirnya KITA, mantan wakil ketua tim kemenangan nasional Jokowi-Ma’ruf Amin Abdul Kadir Karding menyampaikan bahwa kelahiran KITA sebagai bentuk reaksi dari lahirnya KAMI.


“Lahirnya organisasi, atau  komunitas KITA atau koalisi apa gitu namanya itu bagian dadi reaksi terhadap KAMI ya,” kata Karding kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (20/8).

Politisi PKB ini sempat mengatakan KAMI merupakan barisan orang-orang yang sakit hati terhadap Pilpres 2019 lalu lantaran jagoan mereka yakni Prabowo-Sandiaga kalah.

Namun demikian, Karding mengklaim bahwa KITA digagas agar tidak adanya eksklusivitas dalam berorganisasi. Selain itu, pendirian KITA bertujuan untuk bersama-sama membangun bangsa.

“KAMI ini kalau tidak salah koalisi aksi menyelamatkan Indonesia, kalau KITA ini mau menunjukkan bahwa sebagai suatu bangsa, KITA itu artinya KITA semua enggak ada kelompok yang eksklusif, tidak ada kamu, tidak ada aku tetapi yang ada KITA semua,” bebernya.

“Kita dalam artian harus bersama-sama, kita harus bergotong royong, kita harus bekerjasama untuk menyelamatkan Indonesia gitu kira-kira atau keluar dari krisis misalnya pandemik Covid-19 dan resesi,” imbuhnya.

Eks Sekjen DPP PKB ini menambahkan, Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi demokrasi, sehingga lahirnya KITA merupakan bentuk demokrasi selama dalam koridor konstitusi.

“Saya kira di era demokrasi ini selalu kita memberi ruang kepada siapapun yang ingin menyampaikan pendapat sepanjang masih dalam koridor konstitusi,” tandasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Purbaya Soal Pegawai Rompi Oranye: Bagus, Itu Shock Therapy !

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:16

KLH Dorong Industri AMDK Gunakan Label Emboss untuk Dukung EPR

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:05

Inflasi Jakarta 2026 Ditargetkan di Bawah Nasional

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:04

PKB Dukung Penuh Proyek Gentengisasi Prabowo

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:57

Saham Bakrie Group Melemah, Likuiditas Tinggi jadi Sorotan Investor

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:51

Klaim Pemerintah soal Ekonomi Belum Tentu Sejalan dengan Penilaian Pasar

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:50

PN Jaksel Tolak Gugatan Ali Wongso pada Depinas SOKSI

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:48

Purbaya Optimistis Peringkat Utang RI Naik jika Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:32

IHSG Melemah Tajam di Sesi I, Seluruh Sektor ke Zona Merah

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:27

Prabowo Dorong Perluasan Akses Kerja Profesional Indonesia di Australia

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:16

Selengkapnya