Berita

Dialog panel BP2MI, Ketua Umum Himsakati, Tegap Harjadmo (paling kanan)/Net

Politik

Himsataki: PMI Sebagai Pahlawan Devisi Sudah Saatnya Merdeka

SENIN, 17 AGUSTUS 2020 | 14:48 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Harmonisasi Integrasi Mitra Pengusaha Tenaga Kerja Indonesia (Himsataki) setuju dengan padangan bahwa pekerja migran Indonesia (PMI) selaku pahlawan keluarga maupun pahlawan devisa sudah saatnya merdeka.

Demikian disampaikan Ketua Umum Himsataki, Tegap Harjadmo yang mengapresiasi Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani yang sukses menggelar dialog panel dengan tema "Memerdekakan PMI Menuju Indonesia Maju" dalam rangka memperingati HUT ke-75 RI, Minggu (16/8).

Dialog panel BP2MI diikuti Kepala Staf Presiden, Moeldoko yang diwakili oleh Deputi V KSP Jaleswari Pramodhawardhani, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Kepala BP2MI Benny Rhamdani, Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu, Yuda Nugraha, serta Wakil Ketua Komisi IX DPR Emanuel Melkiades Laka Lena.


Tegap Harjadmo menegaskan, dengan lahirnya UU 18/2017 tentang Perlindungan PMI maka kemerdekaan bagi PMI akan terwujud karena di dalam peraturan itu ada tujuh unsur yang bersama-sama harus sinergikan dan dijalankan, baik oleh regulator baik di pemerintahan pusat maupun daerah, serta para pihak terkait.

Tujuh unsur itu adalah, perlindungan hukum bagi PMI di negara penempatan; tata kelola perekrutan calon PMI yang dilaksanakan mulai dari pemerintah desa; perlindungan ekonomi calon PMI, PMI dan purna PMI beserta keluarganya.

Selanjutnya, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan serta sertifikasi kompetensi PMI; layanan terpadu satu atap (LTSA) penempatan dan perlindungan PMI; tata kelola penempatan dan perlindungan PMI oleh P3MI; dan tata Kelola kepulangan PMI setelah selesai masa kontrak serta yang bermasalah.

Tegap Harjadmo meyakini, apabila tujuh Komponen itu dapat disinergikan dengan baik, terukur dan akutabel maka PMI akan menjadi PMI cerdas dan merdeka.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya