Berita

Direktur Pusat Media dan Demokrasi LP3ES Wijayanto/Net

Politik

Gandeng Undip Semarang, LP3ES Buka Sekolah Demokrasi Angkatan Kedua

MINGGU, 16 AGUSTUS 2020 | 20:44 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) bekerja sama dengan Universitas Diponegoro Semarang membuka sekolah demokrasi LP3ES angkatan kedua, Minggu (16/8).

Guna melanjutkan ikhtiar dan komitmennya dengan menebarkan spirit demokrasi di Indonesia, LP3ES kembali membuka sekolah demokrasi jilid dua di tengah suasana pandemik Covid-19.

Sekolah demokrasi ini akan berlangsung selama 2 minggu dari 16 sampai dengan 29 Agustus 2020 dan ditujukan untuk menyambut HUT ke-75 Indonesia dan ulang tahun LP3ES yang ke-49 pada 19 Agutus 2020.


Terdapat 4 orang tokoh ekonomi dan sosial dari dua lembaga tersebur yang memberikan sambutan, yakni Kepala Sekolah Demokrasi LP3ES dan direktur center for media and democracy Wijayanto, LP3ES Fajar Nursahid, direktur eksekutif LP3ES, Didik Rachbini, Ketua Dewan Pengurus LP3ES, Budi Setiyono, Pembantu Rektor I UNDIP dan Ismid Hadad, pendiri LP3ES.

Wijayanto menyampaikan, peserta yang mendaftar tak kurang dari 652 orang yang terdiri dari anggota DPRD, akademisi, penyelenggara Pemilu, peneliti, pengurus Parpol, jurnalis, ASN, tokoh masyarakat dan mahasiswa dari seluruh Indonesia, mulai Aceh hingga Papua, Kalimantan, Sulawesi, Bali hingga Nusa Tenggara.

“Dari jumlah yang ada, kita melakukan seleksi administrasi dan kelayakan mempertimbangkan latar belakang profesi, gender dan wilayah sehingga terpilih 40 peserta. Mereka terdiri dari 28 di antaranya laki-laki, sedangkan 12 lainnya perempuan. Dua orang berasal dari Aceh, seorang lagi datang dari Papua Barat,” ujar Wijayanto lewat keterangan persnya, Minggu (16/8).

“Sementara sisanya tersebar di 21 provinsi lain di Indonesia,” imbuhnya.

Wijayanto mengatakan, peserta sekolah demokrasi jilid dua ini diikuti oleh tokoh masyarakat, tujuh orang lainnya berprofesi sebagai ASN. Peserta lainnya mewakili berbagai institusi, mulai dari sepuluh dosen dengan sembilan mahasiswa dari berbagai macam perguruan tinggi,  tiga orang penyelenggara Pemilu, empat politisi, seorang peneliti dan empat lainnya yang berkecimpung di bidang media.

Adanya keragaman ini, kata Wijayanto, dianggap sangat penting karena sekolah demokrasi ini didirikan dengan niat untuk membangun satu forum yang bisa menjadi jembatan bagi aktor-aktor progresif dari berbagai latar belakang untuk bertemu dan berdialog.

“Keragaman latar belakang menjadi kekayaan. Hal ini karena seringkali tiap aktor politik berbicara dalam keterbatasan perspektif mereka masing-masing yang dipengaruhi oleh posisinya berada. Ini kemudian menciptakan situasi ketika masing-masing aktor saling menyalahkan satu sama lain,” tutup Wijayanto.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

IPW Dinilai Tidak Netral soal Evaluasi Pelaku Tambang Nikel

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:47

Megawati Kirim Bunga Buat HUT Gerindra sebagai Tanda Persahabatan

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:33

Tiga Petinggi PN Depok dan Dua Pimpinan PT Karabha Digdaya Resmi jadi Tersangka

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:13

Reaksi Menkeu Purbaya Ada Anak Buah Punya Safe House Barang Korupsi

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:37

Gerindra Sebar Bibit Pohon Simbol Keberlanjutan Perjuangan

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:25

Gus Yusuf Kembali ke Dunia Pesantren Usai Mundur dari PKB

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:15

Bahlil Siap Direshuffle Prabowo Asal Ada Syaratnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:12

Dasco Jaga Kenegarawanan Prabowo dari Ambisi Jokowi

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:05

PDIP Tak Masalah PAN dan PKB Dukung Prabowo Dua Periode

Jumat, 06 Februari 2026 | 21:53

KPK Dikabarkan Sudah Tetapkan 5 Tersangka OTT Depok

Jumat, 06 Februari 2026 | 21:29

Selengkapnya