Berita

Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un/Net

Dunia

Kim Jong Un Cabut Lockdown Kota Kaesong

JUMAT, 14 AGUSTUS 2020 | 09:27 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un telah mencabut lockdown atau kuncian selama tiga pekan di kota perbatasan Kaesong.

Keputusan tersebut diambil dalam pertemuan politbiro untuk membahas upaya penanganan banjir dan mencegah wabah Covid-19, seperti yang dilaporkan KCNA pada Jumat (14/8).

Dari pernyataan Kim yang dikutip dari media pemerintah tersebut, langkah-langkah pencegahan virus corona sudah berhasil menstabilkan risiko di Kaesong.


Meski kuncian di dalam negeri dikurangi, Kim menegaskan, kontrol di perbatasan harus tetap diperketat, masyarakat juga tidak boleh menerima bantuan eksternal terkait banjir.

"Situasi, di mana penyebaran virus ganas di seluruh dunia menjadi lebih buruk, mengharuskan kami untuk tidak mengizinkan bantuan dari luar untuk penanganan banjir," ujar Kim sembari mengatakan pihaknya akan menutup perbatasan dengan lebih ketat sebagai langkah anti-epidemi.

Saat ini, beberapa provinsi di Korea mengalami banjir yang diakibatkan oleh hujan lebat selama beberapa pekan terakhir.

Dari laporan KCNA, banjir telah merendam dan merusak sekitar 16.680 rumah, 630 bangunan umum, jalan, jembatan, rel kereta api, hingga lahan pertanian.

Pekan lalu, Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) mengatakan akan mengirim lebih dari 43 ribu sukarelawan ke Korea Utara untuk membantu menanganai wabah Covid-19 dan bencana banjir.

Kendati begitu, tidak ada laporan lebih lanjut mengenai pengiriman sukarelawan tersebut.

Di sisi lain, pemberlakuan kuncian di Kaesong dilakukan pada pekan lalu, setelah seorang pria yang membelot ke Korea Selatan kembali dengan menunjukkan gejala virus corona.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hasil tes Covid-19 pada pria tersebut tidak meyakinkan.

Sejauh ini, Korea Utara belum mengonfirmasi satu pun infeksi virus corona di negaranya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya