Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

WHO Ingin Tinjau Kembali Uji Coba Vaksin Covid-19 'Sputnik V' Buatan Rusia

RABU, 12 AGUSTUS 2020 | 09:48 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan meninjau detail uji coba vaksin Covid-19 buatan Rusia yang sudah didaftarkan pada regulator obat-obatan nasional.

Vaksin tersebut bernama "Sputnik V", diambil dari nama satelit pertama yang diluncurkan oleh Rusia, ketika masih menjadi Uni Soviet. Sebelumnya, vaksin sendiri disebut Gam-COVID-Vac.

Sputnik V dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute dan Kementerian Pertahanan Rusia. Saat ini, Sputnik V menjadi vaksin pertama di dunia yang sudah diregistrasi.


Meski sudah dalam tahap registrasi, vaksin tersebut masih dalam tahap uji klinis tahap 3 pada manusia. Sehingga banyak pihak yang meragukannya.

Walau mengaku menyambut baik cepatnya kemajuan pengembangan vaksin Covid-19 buatan Rusia, WHO mengatakan percepatan tetap harus dilakukan sesuai dengan proses yang ditetapkan untuk memastikan keamanan. Sehingga, organisasi tersebut berencana untuk meninjau uji coba vaksin.

"WHO menyambut baik semua kemajuan dalam penelitian dan pengembangan vaksin Covid-19," kata WHO seperti dikutip Sputnik.

“WHO mengetahui bahwa vaksin Covid-19 telah terdaftar dalam daftar obat-obatan nasional Federasi Rusia. WHO berhubungan dengan para ilmuwan dan otoritas Rusia, dan berharap untuk meninjau rincian uji coba,” tambah organisasi tersebut.

Pekan lalu, WHO mengatakan, vaksin Covid-19 harus melalui proses prakualifikasi yang melibatkan tinjauan dan penilaian yang ketat dari semua data keamanan dan kemanjuran yang dikumpulkan melalui uji klinis.

Hal yang sama juga diungkap oleh Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS, Dr Anthony Fauci.

"Saya berharap China dan Rusia benar-benar menguji vaksin sebelum mereka memberikannya kepada siapapun," ujarnya.

Uji Klinis Sputnik V dimulai pada 18 Juni yang melibatkan 38 sukarelawan, semuanya mengembangkan kekebalan. Grup pertama diberhentikan pada 15 Juli, grup kedua pada 20 Juli.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya