Berita

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo dan Perdana Menteri Slovakia, Peter Pellegrini saat bertemu di Bratislava pada 12 Februari 2019/Net

Dunia

AS Sambut Baik Keputusan Slovakia Untuk Usir Tiga Diplomat Rusia

SELASA, 11 AGUSTUS 2020 | 10:30 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) menyambut baik keputusan pemerintah Slovakia untuk mengusir tiga diplomat Rusia karena diduga menyembunyikan identitas mereka sebagai agen intelijen dan diduga terlibat dalam pembunuhan mantan pemberontak Chechnnya.

Pengusiran yang diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri Slovakia tersebut dilakukan pada Senin (10/8). Di mana para diplomat harus angkat kaki dari Slovakia pada pekan ini.

Jurubicara Departemen Luar Negeri AS, Morgan Ortagus pada Selasa (11/8) mengatakan, Slovakia telah berhasil melindungi diri dari aktor asing yang mencoreng namanya.


"AS memuji tindakan baru-baru ini yang diambil oleh Slovakia untuk melindungi diri dari ancaman yang dilakukan oleh aktor asing yang memfitnah kedaulatannya," tulis Ortagus dalam akun Twitter-nya seperti dikutip Sputnik.

"Kementerian Luar Negeri Slovakia telah mengirimkan sinyal yang jelas bahwa mereka tidak akan mentolerir tindakan kriminal Rusia yang bermotif politik di tanah Slovakia atau Eropa," sambungnya.

Dikutip dari kantor berita Rusia, TASS, para agen intelijen yang menyamar menjadi diplomat tersebut ternyata sudah menyalahgunakan visa Slovakia.

Mereka, diduga terkait dengan pembunuhan mantan pemberontak Chechnnya berkewarganegaraan Georgia di Berlin, Jerman pada musim panas lalu.

Salah seorang pelaku yang dicurigai diketahui telah melakukan perjalanan ke Eropa dengan visa Slovakia. Bulan lalu, Menteri Luar Negeri Slovakia Ivan Korcok pun memerintahkan penyelidikan atas penerbitan visa di konsulat St. Petersburg.

"Menurut informasi dari badan intelijen Slovakia, kegiatan mereka bertentangan dengan Konvensi Wina tentang hubungan diplomatik," papar jurubicara Kementerian Luar Negeri Slovakia.

“Selain itu, telah terjadi penyalahgunaan visa yang dikeluarkan di konsulat jenderal Slovakia di St. Petersburg, dan dalam hubungan ini, kejahatan serius dilakukan di wilayah negara anggota Uni Eropa dan NATO lainnya,” sambung pernyataan tersebut.

Rusia sendiri menyanggah klaim tersebut dan mengaku akan menggapi keputusan Slovakia dengan cara yang sama.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya