Berita

Perdana Menteri Lebanon, Hassan Diab dan Presiden Michel Aoun/Net

Dunia

Presiden Lebanon Tolak Penyelidikan Internasional, Ada Apa Di Balik Ledakan Beirut?

SELASA, 11 AGUSTUS 2020 | 08:51 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Lebanon, Michel Aoun telah menolak rencana dibentuknya komite penyelidikan internasional terkait ledakan dahsyat yang mengguncang Beirut pada pekan lalu.

Melalui siaran persnya yang dimuat Telesure pada Senin (10/8), Aoun mengatakan, penyelidikan internasional hanya akan penghambat proses investigasi secara keseluruhan.

"Tuntutan untuk penyelidikan internasional atas apa yang terjadi di pelabuhan akan membuang-buang waktu dan keadilan harus dipercepat, tetapi tanpa tergesa-gesa untuk menentukan siapa penjahat dan siapa yang tidak bersalah," ujarnya.


Keputusan Aoun tersebut muncul ketika pemerintah tidak menutup kemungkinan ledakan dipicu oleh rudal pasukan asing atau kelalaian pejabat.

Berdasarkan laporan awal, ledakan yang terjadi pada 4 Agustus 2020 tersebut bersumber dari 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di sebuah gudang di pelabuhan.

Sejauh ini, ledakan Beirut sudah merenggut sedikitnya 150 nyawa dengan 6.000 lainnya terluka dan puluhan masih hilang.

Meski begitu, penyebab ledakan belum ditentukan karena adanya kemungkinan gangguan eksternal, termasuk menggunakan rudal dan bom.

"Ada dua kemungkinan skenario untuk apa yang terjadi, kelalaian atau campur tangan asing," tekan Aoun.

Dua hari setelah ledakan, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengunjungi Beirut. Ia menyerukan dibentuknya penyelidikan internasional yang transparan.

Hal yang sama juga digemakan oleh sejumlah pelaku sosial dan para mantan perdana menteri Lebanon. Warga Lebanon juga melakukan aksi protes untuk meminta keadilan dan pertanggungjawaban atas ledakan tersebut.

Kemarahan warga tersebut pada akhirnya membuat Perdana Menteri Lebanon, Hassan Diab mundur dari jabatannya pada Senin, mengikuti para menteri dan anggota parlemen yang sudah terlebih dulu melakukan hal yang sama.

Pengunduran diri Diab diumumkannya melalui siaran televisi nasional. Ia mengatakan, ledakan Beirut merupakan hasil dari korupsi endemik di negara tersebut.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya