Senator Amerika Serikat, Ted Cruz/Net
China menjatuhkan sanksi kepada para politisi dan aktivis Amerika Serikat (AS) sebagai balasan atas tindakan serupa yang dilakukan Washington terhadap 11 pejabat Hong Kong.
Ada 11 warga AS yang menjadi target sanksi China, termasuk Senator Ted Cruz, Marco Rubio, Tom Cotton, Josh Hawley, dan Pat Toomey. Perwakilan Chris Smith, serta beberapa individu yang tergabung dalam kelompok hak asasi manusia juga masuk daftar tersebut.
Pengumuman penjatuhan sanksi dari Beijing diumumkan oleh jurubicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian dalam konferensi pers regulernya pada Senin (10/8).
"Menanggapi perilaku AS yang salah, China telah memutuskan untuk menjatuhkan sanksi pada individu yang berperilaku buruk atas masalah terkait Hong Kong," ujar Zhao seperti dikutip
Reuters.
Tidak dijelaskan bentuk sanksi yang diberikan pada 11 individu AS tersebut.
Namun mereka yang dikenai sanksi merupakan para kritikus UU keamanan nasional Hong Kong yang diberlakukan Beijing pada akhir Juni.
Sanksi dari China sendiri merupakan serangan balasan atas tindakan AS yang dianggap Beijing telah mencampuri urusan dalam negerinya.
Pada Jumat (7/8), AS menjatuhkan sanksi kepada 11 warga Hong Kong, termasuk Kepala Eksekutif Carrie Lam serta kepala polisi dan mantan kepala polisi. Sanksi tersebut diberlakukan atas perintah eksekutif yang ditandatangani oleh Presiden Donald Trump.
Mereka dijatuhi sanksi karena dianggap bertanggung jawab atas semakin mundurnya kebebasan warga Hong Kong di bawah UU keamanan nasional yang diberlakukan Beijing pada awal Juli.
Dengan sanksi tersebut, aset para pejabat Hong Kong di yuridiksi AS akan dibekukan. Individu maupun perusahaan AS juga dilarang untuk melakukan bisnis dengan mereka.
Aksi saling serang menggunakan sanksi sudah beberapa kali dilakukan oleh AS dan China.
Bulan lalu, China mengumumkan sanksi untuk para pejabat AS, termasuk Cruz, Rubio, dan Smith. Sanksi diberlakukan setelah Washington menjatuhkan hal yang sama pada para pejabat senior Beijing yang dianggap bertanggung jawab atas pelanggaran kemanusiaan di Xinjiang.
Terbaru, China juga menjatuhkan sanksi terhadap ketua lima organisasi non-pemerintah yang berbasis di AS. Mereka adalahNational Endowment for Democracy, National Democratic Institute for International Affairs, International Republican Institute, Freedom House dan Human Rights Watch.
Pemberlakuan sanksi kepada mereka berkaitan dengan posisi para organisasi tersebut saat demonstrasi Hong Kong.
Hubungan antara AS dan China semakin memburuk dan bahkan mencapai titik terendah dalam beberapa waktu terakhir. Ketuanya saling berselisih pada banyak isu, termasuk demontrasi Hong Kong, kekerasan terhadap Uighur, ketegangan Laut China Selatan, hingga pandemik Covid-19.