Berita

Tubuh pesawat Air India Express yang terbelah setelah kecelakaan pada Jumat, 7 Agustus 2020/Net

Dunia

Penyelidikan Black Box Air India Express Yang Terperosok Di Kerala Dimulai

MINGGU, 09 AGUSTUS 2020 | 17:47 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Otoritas berwenang di India sudah mulai melakukan investigasi terkait tergelincirnya pesawat Boeing 737 milik Air India Express di Bandara Internasional Calicut, dekat kota Kozhikode, Kerala, pada Jumat malam (7/8).

Kepala Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India, Anil Kumar pada Minggu (9/8) mengatakan, pihaknya akan membuka transkrip kotak hitam pesawat untuk diberikan kepada penyelidik internasional dan Boeing.

"Hanya setelah melakukan penyelidikan menyeluruh dan tidak bias, kami dapat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi," ujar Kumar kepada Reuters.


Kecelakaan pesawat dengan rute Dubai-Kalikut tersebut sudah menewaskan 18 orang dari sebanyak 191 orang di dalamnya, termasuk pilot dan kru. Para penumpang adalah warga India yang direpatriasi dari Uni Emirat Arab (UEA) karena pandemik Covid-19.

Banyaknya korban yang jatuh membuat insiden tersebut menjadi kecelakaan penerbangan terburuk bagi India selama satu dekade terakhir.

Laporan awal menunjukkan, pesawat kemungkinan tergelincir dan terperosok ke lembah yang curam setelah melewati batas landasan pacu sepanjang 2.700 meter.

Pada saat kejadian, hujan lebat diketahui tengah mengguyur bandara.

Pesawat kemudian terbelah menjadi dua bagian. Banyak penumpang berhasil keluar karena tidak ada kebakaran yang terjadi.

Kumar mengungkap, pendaratan pertama sempat dibatalkan karena terdapat masalah pada headwind. Setelah itu, dalam pendaratan kedua, pilot melakukan pendekatan dengan tailwind sehingga mendarat 1.000 meter di landasan.

Tailwind sendiri mendorong pesawat bergerak maju lebih cepat.

Setelah itu, terdapat masalah yang kemudian membuat pesawat terus meluncur dan terperosok jatuh ke lembah yang cukup curam.
"Panjang landasan pacu di Calicut sekitar 2.700 meter dan pesawat menyentuh tanah setelah melintasi jarak 1.000 meter, menyisakan sedikit ruang untuk menghentikan pesawat," ujar seorang pejabat lainnya tanpa mengungkap identitas.

"Saat itu berangin dan hujan serta permukaan landasan pacu basah. Dalam kasus seperti itu, cuacanya dinamis," sambungnya.

Tanpa memberikan komentar apapun, Air India Express mengatakan akan memberikan kompensasi pada keluarga korban meninggal.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya