Berita

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net

Dunia

Inggris Makin Mesra Dengan AS Usai Cerai Dari Uni Eropa, Rusia Cemburu?

MINGGU, 09 AGUSTUS 2020 | 15:07 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Tidak butuh waktu lama bagi Inggris untuk membuka hati. Setelah berpisah dari Uni Eropa, London tampak mulai menjalin hubungan dekat, bahkan ketergantungan, dengan Washington.

Dutabesar Rusia untuk Inggris, Andrei Kelin melihat jelas kedekatan kedua negara itu. Ia pun mengaku khawatir dengan hubungan tersebut.

Dalam wawancaranya dengan media China, CGTN, Minggu (9/8), Kelin mengatakan, saat ini Inggris semakin bergantung pada kebijakan Amerika Serikat (AS).


"Kerajaan Inggris yang selama ini dipandu oleh prinsip-prinsip kebijakan Uni Eropa. (Walaupun) saat ini Inggris lebih merdeka, tetapi kecenderungan yang kami amati, kebijakan Inggris semakin terkait dengan kebijakan AS," ujarnya.

"Ini sedikit mengkhawatirkan kami," tambahnya.

Menurut Kelin, Inggris selama ini terpaksa menyerahkan kepentingan tertentu pada kebijakan yang "didiktekan" oleh AS untuk mengamankan persyaratan kerja sama perdagangan.

Terdapat beberapa contoh bagaimana Inggris mulai mengekor pada AS. Namun satu yang jelas terlihat adalah ketika Inggris mencabut raksasa teknologi China, Huawei, dari program jaringan 5G-nya beberapa waktu lalu.

Setelah Perdana Menteri Boris Johnson meminta agar Huawei hengkang dari Inggris, AS tampak memberikan apresiasi.

Sementara itu, ketika ditanya perihal pendapat dan posisi Rusia terhadap Brexit, Kelin mengatakan Kremlin tidak memiliki perasaan yang khusus.

"Itu terserah Inggris untuk memutuskan apakah lebih nyaman di luar atau di dalam Uni Eropa. Bagi kami, itu tidak membuat perbedaan besar," urainya.

Meski begitu, ia mengakui, Brexit menciptakan sebuah peluang yang besar bagi Rusia dan Inggris untuk meningkatkan kerja sama ekonomi. Tetapi, sekali lagi, hal tersebut sulit dicapai karena ada hambatan politik.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya