Berita

Menteri BUMN Erick Thohir/Net

Politik

KAMAK Dukung Menteri Erick Thohir Bersih-bersih BUMN Dari Sarang Penyamun

JUMAT, 07 AGUSTUS 2020 | 19:24 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sejumlah persoalan yang terus mendera di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Setidaknya Komite Aksi Mahasiswa Anti Korupsi (KAMAK) mencatat ada tiga masalah yang tengah mendera kementerian yang dipimpin Erick Thohir tersebut.

Koordinator KAMAK Usra Wailung mengurai bahwa Menteri BUMN Erick Thohir menghadapi benang kusut pengelolaan yang telah berlangsung sejak lama, tekanan kelompok kepentingan yang terus menitipkan kepentingan di masa kini, serta tantangan BUMN bertahan di tengah pandemi yang memukul semua sektor ekonomi.

“Jadi sudah saatnya salah kelola dan manajemen asal-asalan di perusahaan plat merah dihentikan disertai upaya pembenahan total,” tegas aktivis kelahiran Buru, Maluku itu kepada wartawan, Jumat (7/8).


Secara lebih detail, Usra Wailung mengurai masalah pengelolaan yang dimaksud. Seperti Asabri diberitakan merugi hingga Rp 10 triliun dan Jiwasraya juga dinyatakan tidak mampu membayar klaim nasabah Rp 13,7 triliun akibat mis-manajemen.

Sorotan juga tertuju pada skema rencana privatisasi beberapa anak usaha Pertamina, kerugian di BPJS Kesehatan yang memaksa pemerintah menaikkan iuran peserta, hingga pengumuman kerugian besar Garuda Indonesia akibat pandemik virus corona.

Usra menekankan, BUMN merupakan pilar ekonomi nasional yang harus dikelola secara prudent tanpa mengesampingkan azas pemanfaatan secara maksimal dalam pelayanan publik. Jangan sampai agenda pelayanan publik ini jadi alasan mengapa banyak BUMN merugi.

“Padahal alasan sesungguhnya adalah ketidakprofesionalan pengelolaan serta banyaknya penyamun di dalam tubuh BUMN," tandas alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Untuk itu, dia mendorong Erick Thohir untuk melakukan langkah berani dan konsisten dengan tidak membiarkan BUMN terus menjadi sarang penyamun dan tempat bancakan kelompok politik tertentu.

“Seperti yang sempat ramai diberitakan, tekanan Adian Napitupulu pada Menteri BUMN yang disinyalir terkait dengan upaya menitipkan kepentingan tertentu di perusahaan plat merah, seandainya mengandung kebenaran, hanya lah puncak gunung es dari ragam tekanan kelompok kepentingan yang menyasar BUMN," papar Usra.

Lebih lanjut, Usra yang sedang menyelesaikan studi magister hukum di Universitas Muhammadiyah Jakarta ini mengingatkan bahwa secara aturan main sesungguhnya pengelolaan BUMN sudah diatur dengan baik, hanya tinggal komitmen dan konsistensi dalam menjalankan aturan tersebut yang diharapkan publik.

"Jika tidak ada perubahan, maka BUMN akan terus menjadi sapi perah tanpa bisa memiliki daya ungkit bagi ekonomi nasional dan kesejahteraan rakyat, terlebih kini menghadapi tantangan luar biasa akibat pandemik. Jangan sampai setelah pandemik berlalu, sebagian BUMN kita hanya tinggal nama," pungkas Usra.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya