Berita

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule (kanan)/Net

Politik

Iwan Sumule: Kalau Sudah Tidak Mampu Minggirlah, Rizal Ramli Punya Solusi

KAMIS, 06 AGUSTUS 2020 | 07:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kesabaran rakyat Indonesia kembali diuji dengan harapan semu dari pemerintah. Di awal wabah corona merebak, pemerintah dengan jumawa menyebut bahwa ekonomi akan tetap tumbuh 5,3 persen sekalipun ada pagebluk.

Tapi fakta yang terjadi jauh panggang daripada api. Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis data bahwa ekonomi Indonesia anjlok di angka -5,32 persen. Angka yang berbanding terbalik dengan koar-koar pemerintah.

Begitu kata Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule menanggapi laju ekonomi Indonesia yang nyungsep saat berbincang dengan redaksi, Kamis (6/8).


“Ampun. Prank lagi. Rakyat Indonesia memang luar biasa, panjang bangat sabarnya,” sindirnya.

Iwan Sumule turut menyinggung alasan pemerintah yang mengkambinghitamkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai penyebab resesi.

Padahal, urainya, di awal wabah terjadi, publik telah meminta pemerintah melakukan lockdown seperti negara-negara maju dalam menangani corona. Tapi kala itu pemerintah justru merasa yakin dengan PSBB sebagai pilihan.

“Kini, PSBB dijadikan “biang keladi" minusnya pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

Kepada pemerintah, Iwan Sumule meminta untuk segera sadar diri. Sebab, masalah ekonomi dan wabah corona sangat berpengaruh pada nasib rakyat. Jika memang tidak mampu memberi solusi nyata, maka sebaiknya mereka yang bersentuhan langsung pada kebijakan pandemik ini segera mengundurkan diri.

Kemudian, dengan legowo mereka harus mengangkat orang-orang yang punya solusi. Salah satunya, ekonom senior DR. Rizal Ramli yang telah mantap memiliki solusi mengatasi masalah ekonomi dan pagebluk corona.

Bahkan Rizal Ramli hanya butuh waktu setahun untuk membereskan masalah ini.

“Tak mampu, tapi tak sadar diri. Minggirlah! Bang Rizal Ramli siap atasi dan bisa beri solusi, janjinya setahun. Iya gak sih?” demikian Iwan Sumule.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya