Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Teka-teki Perbankan Punakawan

RABU, 05 AGUSTUS 2020 | 07:37 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SATU di antara kegiatan di masa locked-down akibat pageblug Corona adalah bermain apa yang disebut teka-teki. Berbagai jenis teka-teki antara lain teka-teki bahasa, teka-teki logika, teka-teki pengetahuan, teka-teki kesenian dan teka-teki matematikal.

Teka-teki matematikal merambah ke aneka ragam aspek kehidupan antara lain dunia perbankan (sebenarnya secara kelirumologis lebih tepat disebut perbangkan sebab perbankan rawan dianggap dunia ban dalam arti roda kendaraan. Tapi sudahlah, biarkan yang keliru tetap dianggap benar agar saya jangan dianggap sok benar).

Matematikal



Industri perbankan mustahil lepas dari matematika akibat apa yang disebut sebagai dana dan bunga haya bisa dihitung dengan angka terkait dengan matematika cukup kompleks maka rumit. Industri perbankan mengutamakan kepercayaan nasabah terhadap kejujuran bank.

Namun kejujuran industri perbankan tidak cukup dengan kalimat-kalimat manis sebab mutlak wajib dibuktikan dengan angka-angka berdasar anekaragam rumusan matematikal.

Komunikasi dan negosiasi antara nasabah dan dengan petugas bank hanya bisa dilakukan dengan dukungan bahasa angka yang dilengkapi bahasa akuntansi yang mutlak merupakan bahasa matematikal. Jika waktu adalah uang maka uang adalah matematika.

Pertanyaan


Beberapa contoh teka-teki perbangkan dalam makna bank di mana masyarakat dapat menyimpan atau meminjam uang antara lain:

Yang pertama: Berapa besar bunga denda sebesar 5 persen bagi Gareng yang lalai melunaskan utang sebesar 2.425 dolar AS selama 32 hari melampaui  batas deadline pelunasan utang?

Yang kedua: Berapa besar dana yang didepositokan Semar dengan bunga 7,5 persen yang memberikan bunga setiap seperempat tahun sebesar 600 euro.

Yang ketiga:  Bagong mendepositokan dana sebesar 6.000 dolar Singapura dengan kesepakatan bunga sebesar 5 1/8 persen dan memperoleh bunga sebesar 51,25 persen. Berapa lama jangka waktu deposito tersebut berlaku?

Yang keempat: Berapa rupiah dipinjam Petruk dari bank dengan bunga 13,25 persen mulai 1 Januari sampai dengan 31 Agustus berkewajiban melunaskan bunga total sebesar Rp 125?

Yang terakhir: Berapa besar agunan yang harus disediakan oleh Cakil untuk meminjam uang dari bank milik Arjuna sebesar Rp 3.500.000.000 selama 4,5 tahun dengan bunga 5 persen per bulan.

Jawaban

Yang pertama: 10,78 dolar AS dari hitungan 2.425 X 5 X 32 dibagi 100 X 360.
Yang kedua: 32.000 euro (100X360X600 dibagi 7,5X90)
Yang ketiga: 60 hari (100X360X51,25 dibagi 6000X5,125)
Yang keempat: Rp 1.421,02  (jika tidak percaya sebaiknya anda hitung sendiri sebab jawaban saya yang gagap kredit  ini bisa saja keliru. Jawaban juga bisa beda terkait apakah tahun kabisat atau bukan apabila bukan bulanan tapi harian)

Yang terakhir: Tidak tahu sebab baik Cakil maupun Arjuna bukan punakawan dan sejak awal Arjuna tidak percaya kejujuran Cakil maka langsung menolak permohonan Cakil pinjam uang.

Penulis adalah pembelajar tekatekimologi

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya