Berita

Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan AS (Food and Drug Administration atau FDA/Net

Kesehatan

Para Ilmuwan Ini Meluncurkan Vaksin Covid-19 Tanpa 'Restu' Dari FDA

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 | 08:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ilmuwan yang tergabung dalam Rapid Deployment Vaccine Collaborative (RADVAC), mendistribusikan paket vaksin Covid-19 kepada beberapa ilmuwan lainnya.  MIT Technology Review melaporkan, vaksin-vaksin yang dikirim itu sebenarnya belum melalui pengujian yang akurat, bahkan tidak melalui ijin resmi  Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat.

Sebagaimana layaknya, setiap ilmuwan harus melalui persetujuan dewan etika saat akan melucurkan proyek uji klinis, setelah sebelumnya meminta ijin FDA pada saat akan melakukan penelitian vaksin.

Namun, Preston Estep, pendiri RADVAC sekaligus ilmuwan utama dan ahli genetika meyakini, bahwa FDA tidak memiliki yurisdiksi atas proyek tersebut.


“Para peserta mencampur dan mengelola vaksin sendiri, tanpa membayar kolaboratif biaya apa pun sebagai imbalan,” ujar Estep, seperti dikutip dari Live Science.

"Kami tidak menyarankan masyarakat untuk mengubah perilaku mereka dalam pemakaian masker, tetapi (vaksin) memang berpotensi memberikan perlindungan berlapis-lapis," tambah Estep.

RADVAC sendiri belum bisa membuktikan bahwa vaksin yang mereka ciptakan dapat merespon imun yang memadai untuk menjadi pelindung.

FDA belum memberikan tanggapannya atas diluncurkannya vaksin Covid-19 oleh RADVAC ini.

Kelompok gabungan yang terdiri dari 20 ilmuwan lebih, serta teknolog, dan penggemar sains, yang berafiliasi dengan Universitas Harvard, menegaskan bahwa mereka sudah mulai melakukan penelitian, beberapa di antaranya dilakukan di laboratorium ahli genetika Harvard, Profesor George Church.

Church mengakui telah mencoba vaksin ini sebanyak dua dosis.

"Saya pikir kita berada pada risiko Covid-19 yang jauh lebih besar (daripada vaksin eksperimental itu sendiri)," ujar Church meyakinkan bahwa pengujian vaksin yang mereka lakukan aman.

Mantan kepala vaksin di perusahaan farmasi Wyeth, George Siber, mengkhawatirkan resiko dari vaksin tersebut. Menurutnya, bereksperimen sendiri dengan vaksin dinilai bukan sebagai ide terbaik.

"Terutama dalam kasus ini, Anda dapat membuat segalanya menjadi ide lebih buruk," kata George Siber.  

Menurut Siber, ini dapat memicu antibody dependent enhancement (ADE) yaitu fenomena di mana antibodi spesifik virus meningkatkan masuknya virus, membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi parah setelah vaksinasi.

"Anda benar-baner harus tahu apa yang Anda lakukan di sini," ia mengingatkan.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya