Berita

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menarik pasukan dari Suriah sampai warga Suriah bebas dan aman/Net

Dunia

Turki Enggan Tarik Pasukan Sampai Warga Suriah Bebas

SELASA, 21 JULI 2020 | 23:43 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Turki enggan menarik pasukannya dari Suriah sampai warga Suriah merdeka. Begitu penegasan yang dikeluarkan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pidatonya (Selasa, 21/7).

"Saat ini mereka (Suriah) mengadakan pemilihan, yang disebut pemilihan," kata Erdogan tentang pemilihan parlemen pada hari Minggu (19/7) di daerah-daerah yang dikuasai pemerintah Suriah.

Ini adalah pemilu perdana yang digelar setelah hampir satu dekade perang saudara terjadi di Suriah.


"Sampai orang-orang Suriah bebas, damai dan aman, kami akan tetap di negara ini," tegas Erdogan dalam pidatonya di Ankara, seperti dikabarkan Reuters.

Diketahui bahwa Erdogan mengerahkan pasukan Turki ke Suriah sejak tahun 2016 lalu dalam sebuah operasi yang bertujuan untuk mengusir militan ISIS dan milisi YPG kurdi dari perbatasannya dengan Suriah.

Bagi Turki, YPG yang didukung oleh Amerika Serikat dianggap sebagai organisasi teroris. Sejak operasi itu diluncurkan, sederet pertempuran dan serangan tidak dapat terhindarkan.

Namun operasi itu berakhir pada tahun 2017 lalu. Meski begitu, Turki enggan menarik pasukannya dari tanah Suriah.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Pengamat Ingatkan AI hanya Alat Bantu, Bukan Pengganti Manusia

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Menelusuri Asal Usul Ngabuburit

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Din Syamsuddin: Board of Peace Trump Bentuk Nekolim Baru

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:01

Sambut Tahun Kuda Api, Ini Jadwal Libur Imlek 2026 untuk Rencanakan Kumpul Keluarga

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:52

Cadangan Devisa RI Menciut Jadi Rp2.605 Triliun di Awal 2026

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:47

Analisis Kebijakan MBG: Antara Tanggung Jawab Sosial dan Mitigasi Risiko Ekonomi

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:41

ISIS Mengaku Dalang Bom Masjid Islamabad

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:31

Dolar AS Melemah, Yen dan Pound Terdampak Ketidakpastian Global

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:16

Golkar: Indonesia Bergabung ke Dewan Perdamaian Gaza Wujud Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:01

Wall Street Perkasa di Akhir Pekan, Dow Jones Tembus 50.000

Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:52

Selengkapnya