Berita

Pemungutan suara di Suriah pada Minggu, 19 Juli 2020/Net

Dunia

Konflik Dan Pandemik Tak Hentikan Suriah Untuk Tetap Gelar Pemungutan Suara Legislatif

MINGGU, 19 JULI 2020 | 16:13 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Di tengah konflik, sanksi, tekanan, dan pandemik Covid-19, Suriah tetap menggelar pemungutan suara untuk pemilihan umum parlemen barunya.

Kantor berita negara, SANAmelaporkan, ada lebih dari 7.400 tempat pemungutan suara (TPS) yang disediakan di seluruh negeri yang dikuasai oleh pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

Ini merupakan pemilu ketiga yang Suriah adakan sejak perang dimulai sembilan tahun lalu.


Totalnya, ada 1.658 kandidat, termasuk beberapa pengusaha terkemuka, yang memperebutkan 250 kursi parlemen. Namun Partai Ba'ath dan sekutu Assad diperkirakan akan mengambil sebagian besar dari jumlah kursi tersebut.

Banyak kandidat memiliki visi untuk mengatasi inflasi dan meningkatkan infrastruktur yang rusak karena konflik. Mengingat sanksi internasional semakin menghancurkan ekonomi.

"Anggota parlemen harus melakukan upaya yang luar biasa untuk meningkatkan layanan," ucap Umaya, seorang wanita berusia 31 tahun yang ikut memberikan suaranya.

Jutaan warga Suriah yang tinggal di luar negeri, setelah melarikan diri dari perang dilaporkan tidak berhak memilih.

Dalam pemilu tahun ini, untuk pertama kalinya, pemungutan suara juga akan dilakukan di wilayah yang diambil kembali oleh pemerintah, termasuk di wilayah Ghouta Timur di luar Damaskus dan di selatan provinsi Idlib di barat laut.

Menurut jajak pendapat dalam pemilu 2016, jumlah pemilih mencapai 57 persen.

Sementara itu, berdasarkan perhitungan Universitas Johns Hopkins, Suriah sudah melaporkan 496 kasus Covid-19 dengan 25 kematian.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya