Berita

Penandatanganan Nota Kesepahaman Kerja Sama Diplomasi Ekonomi untuk mendukung BUMN Go Global pada Jumat, 17 Juli 2020/RMOL

Politik

Ikuti Pesan Extraordinary Jokowi, MoU Kemlu-Kementerian BUMN Disiapkan Hanya Satu Minggu

JUMAT, 17 JULI 2020 | 10:18 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Bulan lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan teguran sekaligus peran kepada para menterinya untuk bekerja lebih keras semasa pandemik Covid-19. Ia juga meminta agar para menterinya menggunakan langkah-langkah extraordinary di tengah krisis.

"Kita harus ganti channel dari ordinary pindah channel ke extraordinary. Dari cara-cara yang sebelumnya rumit, ganti ke cara-cara yang cepat dan sederhana," tegas Jokowi.

Pesan Jokowi tersebut langsung diaplikasikan oleh Kementerian Luar Negeri dan Kementerian BUMN saat ini.


Pada Jumat (17/7), kekedua kementerian tersebut menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman Kerja Sama Diplomasi Ekonomi untuk mendukung BUMN Go Global. Penandatangan tersebut diwakili oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Dikatakan extraordinary karena ternyata MoU tersebut disiapkan hanya dalam kurun waktu satu minggu. Di mana biasanya sebuah MoU dipersiapkan berbulan-bulan.

Retno mengatakan, cepatnya penyiapan MoU tersebut ditujukan untuk percepatan pemulihan ekonomi Indonesia yang babak belur terhantam pandemik. Dengan MoU tersebut, Kemlu dan Kementerian BUMN bisa bekerja sama untuk ekspansi BUMN ke tingkat global, khususnya di bidang kesehatan dan energi.

"Pembahasan MoU ini super cepat. Sejak Pak Menteri bicara pekan lalu, kita langsung tindak lanjuti. Dalam waktu seminggu, MoU ini siap untuk landasan kerja kita ke depan," kata Retno.

MoU sendiri, ia katakan, sangat penting sebagai landasan yang kuat. Oleh karena itu, jalur birokrasi harus dipersingkat, sekat-sekat dan hal-hal yang tidak perlu harus dihilangkan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya