Berita

Bendera China di Aula Besar Rakyat, Beijing/Net

Dunia

China Bentuk Satgas Khusus Keamanan Politik, Ini Tugasnya

SELASA, 07 JULI 2020 | 09:46 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Beijing membentuk satuan tugas (satgas) khusus yang berfungsi untuk menjaga stabilitas sosial dan politik China. Satgas tersebut dibentuk setelah China mengesahkan UU keamanan nasional bagi Hong Kong pada Selasa (2/7).

Reuters yang mengutip surat kabar China pada Senin (6/7), mengungkap, satgas tersebut harus menindak segala jenis kejahatan seperti infiltrasi, subversi, sabotasi, terorisme, separatisme, hingga kegiatan keagamaan yang ekstrem.

Pernyataan tersebut sesuai dengan UU keamanan nasional Hong Kong yang berfungsi untuk membasmi kejahatan subversi, terorisme, separatisme, dan campur tangan asing.


"Kamanan politik terkait dengan keamanan nasional dan kesejahteraan rakyat," catatan surat kabar tersebut yang melaporkan bahwa satgas tersebut telah melakukan pertemuan.  

Sesuai dengan catatan tersebut, tanggung jawab utama satgas khusus adalah melindungi sistem politik China. Di mana satgas tersebut bagian dari kelompok koordinasi "Bangun China yang Damai" yang sudah dibentuk pada April dan dipimpin oleh pejabat penegak hukum terkemuka, Guo Shengkun.

Terkait dengan penanganan Covid-19, dikatakan pemerintah hanya dapat menjamin keselamatan rakyat jika bisa mempertahankan lingkungan politik yang stabil.

Peluncuran satgas tersebut beriringan dengan ditangkapnya seorang profesor hukum terkemuka dari Universitas Tsinghua, Xu Zhangrun.

Xu diduga ditangkap dan ditahan karena mengkritik pemerintahan Presiden Xi Jinping dengan menerbitkan esai tekait penanganan pandemik Covid-19 melalui situs web luar negeri.

Dalam esainya, Xu mengatakan kekacauan yang terjadi di Provinsi Hubei pada awal wabah mencerminkan masalah sistemik di China.

Xu juga sempat menerbitkan esai yang berisi penolakannya atas penghapusan masa jabatan presiden pada 2018.

Fenomena penahanan kritikus bukan kali pertama yang dilakukan oleh pemerintah China. Sebelumnya ada sejumlah nama lain, seperti Chen Jieren, mantan jurnalis dan Ren Zhiqiang, taipan kritis yang juga ikut ditangkap karena mengungkapkan pendapatnya mengenai pemerintahan Xi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya