Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un/Net

Dunia

Korea Utara Tak Berniat Lanjutkan Dialog Dengan AS, Minta Korea Selatan Jangan Lagi Ikut Campur

SELASA, 07 JULI 2020 | 08:24 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Korea Utara menegaskan kembali tidak berniat untuk kembali dalam perundingan dengan Amerika Serikat (AS). Mereka juga mendesak Korea Selatan untuk berhenti mencampuri urusan dengan AS.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal urusan AS di Kementerian Luar Negeri Korea Utara, Kwon Jong Gun pada Selasa (7/7). Pernyataan tersebut disampaikan untuk menanggapi kunjungan diplomat AS ke Seoul.

"Ini adalah waktu untuk menghentikan campur tangan dalam urusan orang lain, tetapi tampaknya tidak ada obat atau resep untuk kebiasaan buruknya," ujar Kwon dalam pernyataan yang dirilis kantor berita resmi KCNA.


"Berbicara secara eksplisit sekali lagi, kami tidak punya niat untuk duduk berhadapan dengan Amerika Serikat," tegasnya.

Kwon mengatakan, tampaknya Seoul salah menafsirkan pernyataan Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara, Choe Sun Hui yang sebelumnya mengatakan belum waktunya ada pertemuan lain antara Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump.

Pernyataan Choe pada Sabtu (4/7) tersebut untuk menanggapi tawaran Presiden Korea Selatan Moon Jae-in yang mengajak Kim dan Trump bertemu sebelum pemilihan AS pada November.

Meski begitu, Korea Selatan tampaknya melanjutkan rencananya. Wakil Menteri Luar Negeri AS Stephen Biegun dijadwalkan tiba di Seoul pada Selasa malam untuk mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Korea Selatan mengenai cara-cara untuk menghidupkan kembali perundingan denuklirisasi dengan Pyongyang.

Hubungan Korea Utara dengan Korea Selatan dan AS hancur pada bulan lalu. Ketika para pembelot Korea Selatan mengirim selebaran propaganda di perbatasan yang membuat akhirnya Korea Utara meledakkan kantor penghubung.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya