Berita

Para pengunjuk rasa membakar bendera Amerika Serikat/Net

Dunia

Marah Dengan Pidato Hari Kemerdekaan Trump, Ratusan Pengunjuk Rasa Bakar Bendera AS

MINGGU, 05 JULI 2020 | 16:12 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Aksi protes terjadi sehari setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memberikan pidato Hari Kemerdekaan.

Pada Sabtu (4/7), ratusan pengunjuk rasa melakukan aksi bakar bendera AS di dekat Gedung Putih. Mereka juga meneriakan slogan-slogan.

"Satu, dua, tiga, empat, perbudakan, genosida, dan perang. Lima, enam, tujuh, delapan, Amerika tidak pernah hebat," teriak mereka seperti dikutip Sputnik.


NBC4 Washington melaporkan, ratusan pengunjuk rasa berbaris dari Black Lives Matter Plaza ke National Mall. Para polisi anti huru hara juga tampak berjejer di National Mall.

Menurut NBC, pengunjuk rasa yang berusaha untuk membakar bendera AS berasal dari Partai Komunis Revolusi. Mereka membakar satu bendera besar di luar Lafayette Square.

Aksi tersebut merupakan tanggapan dari pidato Trump. Ia mengatakan AS tengah berupaya untuk mengalahkan kaum radikal kiri, kaum marxis, kaum anarkis, para agitator, hingga para penjarah.

Trump mengatakan, AS akan mempertahankan dan melestarikan cara hidup orang Amerika, yang dimulai pada 1492 ketika Christopher Columbus menemukan Amerika.

"Kami tidak akan pernah membiarkan gerombolan yang marah merobohkan patung kami, menghapus sejarah kami, mengindoktrinasi anak-anak kami atau menginjak-injak kebebasan kami," terang Trump.

Trump sendiri merujuk pada para pengunjuk rasa anti-rasisme yang berubah menjadi anarkis karena marah dengan kematian warga kulit hitam, George Floyd pada 25 Mei di tangan petugas polisi kulit putih.

Seiring dengan itu, kerumunan pengunjuk rasa menjatuhkan patung Christopher Columbus dan melemparkannya ke Pelabuhan Inner Baltimore pada malam Hari Kemerdekaan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya