Berita

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie/Net

Politik

Cuma Petugas Partai, Jokowi Bakal Terhalang Parpol Dan Cukong Dalam Lakukan Reshuffle

RABU, 01 JULI 2020 | 18:33 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Isu reshuffle dalam dua hari terakhir berhembus begitu kencang, sejak pidato marah-marah Presiden Joko Wododo.

"Saya menilai reshuffle menteri bakal terhalang party power atau kekuatan partai, apalagi Megawati Soekarnoputri (Ketum PDIP) menyebut Jokowi petugas partai," kata Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, Rabu (1/7).

Jerry menilai, akan sulit untuk melakukan reshuffle. Lantaran Jokowi harus berhadapan dengan kaum elitis, pimpinan parpol sampai para cukong yang mendukungnya pada pilpres lalu.


"Entah ini sikap Jokowi menyalahkan dirinya, lantaran salah memilih menteri-menterinya, ataukah beliau geram tapi hanya disampaikan secara lisan tanpa tulisan, kemarahan ini hanya peringatan saja, shock therapy kepada bawahannya, ataukah ini menutupi kelemahannya," ujar Jerry.

Persoalannya, ucap Jerry, jika dilakukan reshuffle maka dampaknya buruk terhadap kinerja bahkan kredibilitasnya. Lantaran, pada Febuari lalu juga sempat diutarakan akan reshuffle kabinet.

"Takutnya publik tak akan percaya lagi. Saya dorong Presiden jangan takut reshuffle.Sekali lagi jika tidak maka ini akan menjadi bumerang bagi mantan Walikota Solo ini. Jadi dibutuhkan bukan hanya gertak sambal tapi langsung bertindak," jelas dia.

Jerry berharap agar ini bukan politik ingkar janji atau pepesan kosong dimainkan dalam isu reshuffle.

"Marah ini bisa saya indentikan mau cari safety, mencari atensi publik, baper, faktor pembenaran, tak ingin disalahkan publik, sebuah drama politik ataupun politik gimmick," ucapnya.

Terakhir, Jerry berharap, agar negeri ini tak dijuluki 'negeri imbauan maupun "negeri wacana' belaka, Jokowi harus tegas.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya