Berita

Para pelayat menghadiri salat jenazah para korban bom bunuh diri di Islamabad, Pakistan, Sabtu, 7 Februari 2026. (AP Photo/Anjum Naveed)

Dunia

ISIS Mengaku Dalangi Serangan Bom Bunuh Diri di Masjid Syiah Pakistan

MINGGU, 08 FEBRUARI 2026 | 16:06 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kelompok militan Islamic State (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri yang mengguncang sebuah masjid Syiah di pinggiran ibu kota Pakistan, Islamabad. 

Serangan berdarah tersebut menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 169 lainnya, serta memicu gelombang duka dan kecaman internasional.

Afiliasi regional ISIS yang dikenal sebagai Islamic State in Pakistan menyampaikan klaim tersebut melalui pernyataan resmi, seperti dikutip dari kantor berita Amaq, Minggu, 8 Februari 2026. 


Dalam pernyataannya, kelompok itu menjelaskan kronologi serangan yang dilakukan pelaku dengan menyasar petugas keamanan sebelum memasuki area masjid di hari Sabtu, 7 Februari 2026.

"Pelaku melepaskan tembakan ke arah petugas keamanan yang mencoba menghentikannya di gerbang utama dan meledakkan rompi peledaknya setelah mencapai gerbang dalam masjid," ungkap laporan tersebut. 

Pihak berwenang Pakistan menyatakan telah mengidentifikasi pelaku beserta jaringan yang mendukung aksi teror tersebut. 

Aparat keamanan juga melaporkan telah menangkap dalang utama serangan dalam serangkaian penggerebekan di Islamabad dan wilayah barat laut Pakistan, meskipun seorang petugas kepolisian dilaporkan tewas dalam operasi tersebut.

Serangan ini menjadi salah satu aksi teror paling mematikan di Islamabad sejak insiden pengeboman Hotel Marriott pada 2008 silam. 

Pemerintah Pakistan menilai meningkatnya aktivitas militan dalam beberapa waktu terakhir menjadi tantangan serius bagi stabilitas keamanan nasional.

Lebih dari 2.000 pelayat dilaporkan menghadiri prosesi pemakaman para korban di masjid yang menjadi lokasi serangan, dengan pengamanan ketat aparat keamanan.

Para tokoh komunitas Syiah dan pejabat pemerintah turut hadir memberikan penghormatan terakhir kepada korban, sementara pemakaman lainnya dilaksanakan di daerah asal masing-masing korban.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya